Home Berita Rampung, Hunian Tetap Mulai Ditempati Korban Tsunami dan Likuefaksi di Sulteng

Rampung, Hunian Tetap Mulai Ditempati Korban Tsunami dan Likuefaksi di Sulteng

Share

JAKARTA, LINTAS – Kehadiran dan kepedulian pemerintah mulai dirasakan para korban terdampak tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah pada 2018. Sebanyak 3.524 unit hunian tetap sudah dihuni oleh para korban. Adapun pembangunan huntap di Palu sebanyak 5.598 unit, hingga saat ini sebanyak 5.216 unit telah selesai konstruksi. 

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto dikutip dari rilis pers Kementerian PUPR yang diterima Majalahlintas.com, Sabtu (15/6/2024). 

“Dari total penugasan kepada Kementerian PUPR untuk pembangunan huntap di Palu sebanyak 5.598 unit, hingga saat ini sebanyak 5.216 unit telah selesai konstruksi. Sebanyak 4.264 unit sudah siap dihuni, dan yang sudah betul-betul dihuni atau ditempati sebanyak 3.524 unit,” ujar Iwan saat serah terima kunci kepada warga, mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Jumat (14/6/2024). 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat acara serah terima kunci, Jumat (14/6/2024). | Dok. Kementerian PUPR

Dengan telah rampungnya konstruksi Huntap Tahap 2B, Pemerintah secara simbolis melaksanakan serah terima kunci kepada warga yang akan menghuni huntap tersebut.  

Serah terima kunci dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di lokasi Huntap Tondo, Jumat (14/6/2024).  

Penampakan hunian tetap bagi korban tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah yang dibangun oleh Kementerian PUPR. | Dok. Kementerian PUPR

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, menurut pengakuan dari beberapa warga yang diajak berbincang, para penghuni mengatakan kondisi huntap yang dibangun sangat bagus.  

“Nanti kalau sudah diserahkan kunci segera ditempati. Segera dilakukan penghijauan, agar jadi lingkungan yang sehat. Dijaga, jadi kampung yang permai lebih modern. Masih ada sisa tanah silakan dibangun jika mau diperluas,” pesannya. 

Iwan berharap, pemerintah daerah terus membantu untuk melakukan percepatan penghunian huntap yang telah dibangun.  

Hunian tetap yang dibangun oleh Kementerian PUPR bagi para korban tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah yang terjadi pada 2018. | Dok Kementerian PUPR

“Seperti lewat penerbitan SK penghunian, serah terima aset, penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sehingga huntap yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya. 

Jumlah huntap tahap 2B yang dibangun di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah sebanyak 961 unit, yakni di Zona 2A 1 sebanyak 750 unit, Zona 2B 1 sebanyak 169 unit, dan Zona 2B 2 sebanyak 42 unit. Huntap tersebut dibangun dengan RTG Risha tipe 36 yang memiliki satu ruang keluarga, dua kamar tidur dan kamar mandi. 

Untuk menambah kenyamanan penghuni, di kawasan, pembangunan huntap juga dilengkapi prasarana pendukung oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR berupa jaringan air bersih  dan sanitasi komunal, jalan lingkungan dan drainase, sambungan listrik rumah, Penerangan Jalan Umum (PJU), gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, dinding penahan tanah, tempat sampah, dan fasilitas umum lainnya serta fasilitas sosial seperti balai warga dan sarana peribadatan.   

Baca Juga: Begini Progres Pembangunan Infrastruktur Jalan di Sulawesi Tengah Pascabencana

Sebelumnya Kementerian PUPR juga telah menbangun Huntap Tahap 2A sebanyak 712 unit yang tersebar di 15 lokasi. Sementara pembangunan tahap pertama sebanyak 1.679 unit telah selesai pada 2022 dan sudah mulai dihuni oleh masyarakat.  

Huntap dibangun dengan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha). Risha adalah teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat dengan menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya.  

Di samping itu, Risha juga dirancang sebagai bangunan tahan gempa. Diharapkan kehadiran Risha di wilayah rawan gempa seperti Palu dan Donggala membuat masyarakat setempat tidak kehilangan rumah serta harta bendanya akibat bencana gempa bumi. 

Mercy Adones, warga Mamboro Barat Palu terdampak tsunami mengatakan sangat bersyukur akhirnya mendapatkan tempat tinggal baru bantuan dari Pemerintah. “Rumah saya habis hancur terkena tsunami, sampai sekarang masih tinggal di Hunian Sementara sudah 6 tahun, sudah miring sudah bocor tapi mau kemana kita bingung. Alhamdulillah sekarang sudah dapat rumah tempat tinggal lagi. Terima kasih Pemerintah, Presiden, dan Menteri PUPR,” ucapnya. (*/HRZ) 

Baca Juga: Rumah untuk Korban Tsunami dan Likuefaksi di Sulawesi Tengah Selesai Desember 2023

Oleh:

Share