JAKARTA, LINTAS — Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,5 di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (27/4/2024) pada pukul 23.29 menimbulkan kerusakan pada sedikitnya 89 rumah warga dan fasilitas kesehatan di 11 daerah. Tidak ada korban jiwa akibat gempa yang berpusat sekitar 151 kilometer arah barat daya Kabupaten Garut tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat terus berkomunikasi dengan BPBD kabupaten/kota guna mendata dampak kerusakan akibat gempa.
Dikutip dari website Jabarprov.go.id, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat menginstruksikan kepada kepala perangkat daerah untuk mendata dampak gempa di Kabupaten Garut.

Informasi dari BPBD Provinsi Jawa Barat, kesebelas daerah yang terdampak gempa tersebut adalah Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Purwakarta.
Di Kabupaten Garut, 49 unit rumah dan 2 fasilitas umum rusak serta 6 warga dilaporkan luka-luka. Kemudian di Kabupaten Purwakarta 1 unit rumah rusak, Kabupaten Bandung Barat (1 unit), Kota Tasikmalaya (5 unit), Kabupaten Bandung (6 unit), Kabupaten Ciamis (8), dan Kabupaten Tasikmalaya (10 unit).
Akibat gempa tersebut, Rumah Sakit Sakit Pameungpeuk dilaporkan rusak.
Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, dikutip dari website BMKG, gempa garut dipicu oleh deformasi batuan lempeng Indo-Australia.
Dari situs BMKG, disebutkan, gempa dirasakan oleh warga di Sukabumi, Bandung, Tangerang, Tasikmalaya, Garut, Bogor, Jakarta, Kebumen, Banyumas, Cilacap, Bantul, Sleman, Kulonprogo, Trenggalek, Malang. (HRZ)



















