Home Berita Proyek MRT Monas–Thamrin Capai 87 Persen

Proyek MRT Monas–Thamrin Capai 87 Persen

Share

JAKARTA, LINTAS – Progres pembangunan fase 2A MRT Jakarta terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga April 2025, pekerjaan konstruksi untuk paket kontrak CP201 yang mencakup Stasiun Monas dan Thamrin telah mencapai 87,38 persen.

“Pembangunan kedua stasiun ini berjalan sesuai rencana dan menunjukkan hasil yang positif,” ujar Ahmad Pratomo, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, dalam keterangannya, Kamis (1/5/2025).

Di Stasiun Thamrin, berbagai pekerjaan masih berlangsung, antara lain site clearance di entre 3, pengecoran dinding, jet grout, serta penggalian di entre 7 dan 8.

Selain itu, sedang dikerjakan struktur rangka baja di entre 4, pemasangan suar penyejuk dan pendingin, serta instalasi sistem HVAC, suplai air dan drainase, sistem pemadam kebakaran, dan elektrikal di boks stasiun.

Sementara itu, di Stasiun Monas, tim konstruksi sedang menyelesaikan pengujian eskalator dan elevator, pemasangan dinding aluminium composite panel (ACP) di koridor entre 1, pengecoran tangga di entre 1, serta penggalian dan pengecoran di entre 2. Kemajuan juga tercatat pada paket CP202 yang mencakup Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar.

Per 25 April 2025, progres pembangunan telah mencapai 51,17 persen, melampaui target semula sebesar 47,14 persen. Di ketiga stasiun ini, pekerjaan ekskavasi dan pengecoran masih berlangsung, dan tim tengah mempersiapkan pembangunan stacked tunnel pertama di Indonesia, sebuah terobosan dalam konstruksi bawah tanah.

Stasiun Glodok dan Kota

Untuk paket CP203 yang mengerjakan Stasiun Glodok dan Kota, progres pembangunan telah mencapai 72,12 persen. Sejumlah pekerjaan utama sedang dilakukan, termasuk pembangunan akses perawatan (maintenance) di terowongan, pembangunan struktur tangga dan dinding di boks stasiun, pemasangan OTE duct, serta pembangunan tangga darurat untuk akses pemadam kebakaran.

Pekerjaan sistem Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP) juga terus berlangsung, seperti instalasi pipa, ducting, cable ladder, dan cable tray.

Selain pekerjaan sipil stasiun, pembangunan fase 2A juga mencakup kontrak CP205 untuk sistem perkeretaapian dan rel, yang telah mencapai progres 14,32 persen per 25 April 2025. Seluruh rel kini telah tiba di Jakarta dan sedang dikirim ke lokasi konstruksi. Produksi bantalan rel (sleeper) juga terus dilakukan.

Sementara itu, untuk kontrak CP206 yang mencakup pengadaan kereta (rolling stock atau ratangga), saat ini sedang dilakukan proses market sounding dengan calon kandidat untuk re-bidding. Sedangkan kontrak CP207 yang mengerjakan sistem pembayaran otomatis (automatic fare collection system), kini berada dalam tahap klarifikasi dokumen tender.

Fase 2A MRT Jakarta akan membentang sepanjang 5,8 kilometer, menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota, dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah: Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Fase ini dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen 1 Bundaran HI–Harmoni yang ditargetkan rampung pada 2027, serta segmen 2 Harmoni–Kota yang direncanakan selesai pada 2029.

Sementara itu, pembangunan fase 2B yang akan melanjutkan rute dari Stasiun Kota menuju Depo Ancol Barat masih berada dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).

Fase 2A ini dibangun dengan dana sekitar Rp25,3 triliun, melalui pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

“Berbeda dengan fase pertama, fase 2A tidak hanya membangun infrastruktur stasiun, tetapi juga kawasan di sekitarnya dengan pendekatan transit-oriented development (TOD),” jelas Ahmad Pratomo. (CHI)

Oleh:

Share