JAKARTA, LINTAS – Pekerjaan penggantian Jembatan Wai Masika 2 di Kabupaten Seram Bagian Barat resmi dikerjakan sejak Maret 2025 dan ditargetkan selesai pada Oktober 2025. Proyek ini dilakukan setelah jembatan lama mengalami kerusakan serius pada pondasi akibat intensitas hujan tinggi di Pulau Seram.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Provinsi Maluku, Victor Manusama, ST, menjelaskan bahwa kondisi eksisting jembatan sudah sangat membahayakan, terutama bagi kendaraan bermuatan berat.
“Jembatan Wai Masika mengalami patahan dan penurunan pada pondasi abutmen, sehingga perlu segera diganti,” ungkapnya dalam jawaban tertulisnya, Jumat (26/09/2025).

Proyek penggantian ini menelan anggaran sebesar Rp10,08 miliar yang sepenuhnya bersumber dari APBN Tahun 2025. Jembatan baru akan menggunakan desain beton bertulang (GTI) dengan pondasi tiang pancang baja, memiliki panjang bentang 20 meter dan lebar perkerasan 7 meter.
Desain tersebut sudah mempertimbangkan potensi bencana alam seperti banjir dengan periode ulang 10 tahun serta beban gempa.
Jembatan Sementara
Untuk pelaksanaan, arus lalu lintas dialihkan melalui jembatan sementara, dengan pemasangan zona kerja dan rambu peringatan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. Proyek ini dikerjakan oleh PT Paris Jaya sebagai kontraktor pelaksana, serta diawasi oleh PT Bintang Inti Rekatama KSO PT Hasfarm Dian Konsultan.
Hingga saat ini, progres fisik proyek telah mencapai 79,72%. Namun, Victor mengakui adanya sejumlah kendala. Dari sisi teknis, tanggul atau coverdam yang sering jebol memengaruhi pelaksanaan pemancangan hingga pekerjaan pile cap abutmen.
Baca Juga: Menhub: Kembangkan TOD Dukuh Atas, Patung Jenderal Sudirman Bakal Dipindah
Sementara dari sisi non-teknis, curah hujan tinggi di wilayah tersebut juga menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, Victor optimistis jembatan baru ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Harapannya, jembatan ini dapat memperlancar perekonomian di daerah setempat dan sekitarnya, karena merupakan penghubung utama transportasi barang dan orang,” tuturnya. (DWO)

























