Home Berita Progres Bendungan Manikin Capai 68,98 Persen, Dukung Pangan dan Air di NTT

Progres Bendungan Manikin Capai 68,98 Persen, Dukung Pangan dan Air di NTT

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum mencatat progres pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur telah mencapai 68,98%, melampaui target rencana sebesar 68,57%. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi di kawasan Indonesia timur.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Bendungan Manikin merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan ketersediaan air di NTT.

“Bendungan Manikin akan menjadi salah satu infrastruktur dalam mendukung ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur. Dengan penyediaan air irigasi yang andal, kita harapkan produktivitas pertanian meningkat dan indeks pertanaman bisa naik signifikan sehingga kesejahteraan petani meningkat,” ujarnya dikutip Rabu (1/4/2026)

Pembangunan bendungan yang dimulai sejak 2019 dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan nilai anggaran sekitar Rp 2,059 triliun dan hingga kini berjalan sesuai target.

Daerah Irigasi

Bendungan Manikin memiliki kapasitas tampung normal 20,45 juta meter kubik. Infrastruktur ini akan mendukung pengembangan daerah irigasi seluas 570,86 hektare, meliputi DI Tuahanat 100 hektare, DI Manikin 437 hektar, serta DI Manumuti 33,86 hektar.

Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, indeks pertanaman ditargetkan meningkat dari 200% menjadi 300% sehingga produksi pertanian dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak.

Selain untuk irigasi, bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 700 liter per detik yang dialokasikan masing-masing 350 liter per detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Fungsi pengendalian banjir turut menjadi manfaat penting. Bendungan Manikin diproyeksikan mampu mereduksi potensi banjir hingga 627 hektare, mencakup wilayah Kelurahan Lasiana di Kota Kupang dan Kecamatan Kupang Tengah di Kabupaten Kupang.

Di sektor energi, bendungan ini memiliki potensi pengembangan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) apung sebesar 29,8 MW serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,125 MW. (CHI)

Baca Juga: 5,3 Juta Kendaraan Melintas di Tol ASTRA Infra Selama Lebaran 2026, Naik 2,4 Persen

Oleh:

Share