Home Berita Preservasi Ruas Jalan Pantura Kudus–Rembang Hampir Rampung

Preservasi Ruas Jalan Pantura Kudus–Rembang Hampir Rampung

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat kualitas jalan nasional di koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa yang menjadi tulang punggung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Salah satu proyek yang saat ini dipercepat adalah preservasi ruas Kudus–Pati–Rembang, khususnya pada Jalan Lingkar Juwana–Pati di Provinsi Jawa Tengah.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga kondisi jalan nasional agar tetap mantap, aman, dan nyaman digunakan masyarakat, terutama pada jalur strategis dengan volume lalu lintas yang tinggi seperti Pantura Jawa.

Menurut Dody, jalur Pantura memiliki peran vital sebagai urat nadi konektivitas antarwilayah sekaligus jalur utama distribusi logistik nasional. Karena itu, kualitas infrastruktur jalan harus terus dijaga untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“Jalur Pantura merupakan urat nadi konektivitas dan distribusi logistik nasional. Karena itu, kualitas jalan nasional harus tetap terjaga agar aman dilalui masyarakat maupun kendaraan logistik. Kementerian PU terus melakukan preservasi secara berkelanjutan agar kondisi jalan tetap andal dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah,” kata Dody dikutip Minggu (14/6/2026).

Kerusakan Berat

Saat ini, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta memfokuskan pekerjaan pada ruas Jalan Lingkar Juwana–Pati sepanjang 990 meter dengan lebar 10,5 meter. Penanganan dilakukan melalui rekonstruksi perkerasan rigid atau beton pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup berat akibat tingginya beban kendaraan yang melintas setiap hari.

Pekerjaan diawali dengan pembongkaran perkerasan lama yang rusak, kemudian dilanjutkan dengan perbaikan tanah dasar dan pengecoran beton baru untuk meningkatkan kekuatan struktur jalan. Selain itu, dilakukan pula pengaspalan pada Jembatan Lama Juwana serta pekerjaan transisi antara perkerasan beton lama dan beton baru.

Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 85 persen. Seluruh pekerjaan beton rigid telah selesai dikerjakan, sementara pekerjaan yang tersisa adalah pengaspalan di atas Jembatan Jeratun dan Jembatan Juwana Lama. Kedua pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan Juni 2026.

Untuk menjaga kualitas konstruksi, pelaksanaan proyek dilakukan dengan target pengecoran harian mencapai 200 meter kubik. Secara keseluruhan, volume pengecoran beton mencapai sekitar 2.400 meter kubik dengan pengendalian mutu yang dilakukan secara konsisten di lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat ruas Lingkar Juwana–Pati merupakan bagian dari koridor strategis Pantura yang setiap hari dilintasi kendaraan dalam jumlah besar, terutama angkutan barang bertonase tinggi yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan.

Rekayasa Lalulintas

Selama proses konstruksi berlangsung, BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta juga menerapkan rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran mobilitas pengguna jalan. Kendaraan kecil seperti sepeda motor dan minibus tetap dapat melintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Sementara itu, kendaraan besar dari arah Rembang menuju Pati diberlakukan pengaturan khusus, terutama di sekitar Jembatan Jeratun yang mengalami penyempitan karena lebar jembatan hanya 7,5 meter. Adapun arus kendaraan dari arah Pati menuju Rembang tetap dilayani sesuai pengaturan petugas di lapangan.

Penanganan ruas Lingkar Juwana–Pati merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan Kudus–Pati–Rembang Tahun Anggaran 2025–2027 yang didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Paket pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp202,9 miliar dengan total penanganan efektif sepanjang 14,66 kilometer. Masa pelaksanaan proyek berlangsung selama 540 hari kalender, terhitung sejak 11 Desember 2025 hingga 3 Juni 2027. Setelah itu, proyek akan memasuki masa pemeliharaan selama 365 hari kalender hingga 2 Juni 2028. (CHI)

Oleh:

Share