JAKARTA, LINTAS — Arus kendaraan antara Jember dan Banyuwangi kembali lancar. Mulai Kamis (4/9/2025) pukul 00.00 WIB, Jalur Gumitir resmi dibuka secara fungsional. Ini setelah pekerjaan preservasi jalan rampung lebih cepat 20 hari dari target.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyelesaikan perbaikan di dua lokasi rawan longsor, yakni KM 233+500 dan KM 235+650, yang dikenal sebagai Tikungan Mbah Singo. Pekerjaan bore pile sebanyak 75 lokasi berhasil dituntaskan lebih awal daripada rencana penyelesaian pada 24 September 2025.
Menteri PU Dody Hanggodo, melalui keterangan tertulis, Rabu (3/9/2025), mengatakan, percepatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga kemantapan jalan nasional. “Kami terus meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarpusat pertumbuhan ekonomi, termasuk kawasan industri dan wisata, melalui infrastruktur jalan yang mantap,” ujarnya.
Keputusan membuka jalur diambil setelah rapat koordinasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali bersama Polda Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah daerah Jember serta Banyuwangi.
Diberitakan Lintas sebelumnya, Kementerian PU menutup total ruas Sumberjati–Batas Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di Km 233+500, Jalur Gumitir, Kabupaten Jember. Penutupan berlangsung selama dua bulan, mulai 24 Juli hingga 24 September 2025.
Penutupan dilakukan karena ada pekerjaan preservasi jalan nasional, khususnya pemasangan bore pile pada Tikungan Mbah Singo. Lokasi ini dikenal rawan longsor.




Antisipasi potensi longsor
Menurut Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto, meski sudah dibuka untuk lalu lintas, masih ada pekerjaan minor yang dikejar hingga akhir masa kontrak pada 31 Desember 2025.
Untuk menjaga keamanan pengguna jalan, telah disiagakan water barrier, safety line, lampu penerangan, rambu sementara, hingga petugas lapangan. Alat berat juga ditempatkan di titik strategis guna mengantisipasi potensi longsor.
Jalur Gumitir selama ini menjadi satu-satunya jalan lintas selatan yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi. Dengan dibukanya kembali jalur tersebut, distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Jawa Timur diharapkan lebih lancar dan aman. (HRZ)
Baca Juga: Perkuat Lereng dan Perbaiki Geometri, Jalur Gumitir Jember Ditutup Dua Bulan

























