Home Berita Permukiman Tanjung Banun di Batam Ditargetkan Tuntas September 2025

Permukiman Tanjung Banun di Batam Ditargetkan Tuntas September 2025

Share

JAKARTA, LINTAS — Pembangunan kawasan permukiman Tanjung Banun di Batam, Kepulauan Riau, ditargetkan tuntas pada September 2025. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pemerataan ekonomi dan sosial di wilayah pesisir dan perbatasan.

Proyek strategis nasional (PSN) ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Transmigrasi, serta Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Kawasan Tanjung Banun dirancang menjadi permukiman baru yang terintegrasi dan produktif.

Saat ini, progres fisik pekerjaan sudah mencapai 45,23 persen. Pembangunan dimulai sejak Desember 2024 melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) dengan nilai Rp 164,77 miliar.

“Target penyelesaian pekerjaan pada September 2025,” ujar Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepulauan Riau Rocky Adam dalam keterangan tertulis yang diterima Lintas, Minggu (3/8/2025).

Kesiapan Lahan

Kawasan seluas 36,77 hektar ini sebelumnya merupakan lahan perkebunan, tambak, dan peternakan. Dua pusat lingkungan utama di wilayah ini adalah Kampung Melayu Tanjung Banun dan Kuala Buluh.

Kementerian PU bertanggung jawab menyiapkan lahan persil rumah, mencakup pekerjaan tanah dan geosintetik, perkerasan, aspal, struktur, sistem air minum dan sanitasi, pembangunan Puskesmas Pembantu, penataan ruang terbuka hijau, dan penghijauan.

Selanjutnya, pembangunan rumah tipe 45 dengan utilitasnya akan dilakukan oleh Kementerian Transmigrasi.

“Kesiapan lahan persil ditargetkan mencapai 150 persil pada akhir Juni, 250 persil pada akhir Juli, dan 350 persil pada akhir Agustus 2025,” kata Rocky.

Proyek ini diharapkan mendorong terbentuknya kawasan yang layak huni, tangguh, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pesisir. (HRZ)

Baca Juga: Kementerian PKP dan ITB Jalin Kerja Sama untuk Penataan Kawasan Permukiman di Kota Bandung

Share