MANOKWARI, LINTAS – Jalan Trans-Papua di Papua Barat yang berada di remote area atau sulit terjangkau mengakibatkan waktu distribusi material menjadi lama.
Kondisi itu disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja P2JN Provinsi Papua Barat Teguhwiyono Purwohandoko, ST, M.Eng, saat wawancara dengan Lintas, Kamis (16/11/2023), di ruang kerjanya di kantor BPJN Papua Barat, Manokwari.
“Di Papua Barat ini jalan-jalan yang ditangani berada di remote area, yang jauh dan sulit dijangkau. Itu akan menyulitkan transportasi pengangkutan material. Bahan yang didatangkan dari luar baru sampai hingga dua minggu,” kata Teguh.
Khusus di Manokwari, material semen tersedia karena ada pabrik semen Conch di daerah Maruni. “Jadi, pasokan semen untuk paket-paket di Manokwari tidak jadi masalah,” ujarnya.

Khusus paket Inpres Jalan Daerah (IJD), karena kebanyakan berada di dekat-dekat kota kabupaten, pengangkutan material lebih mudah.
Kendala Sosial
Teguh juga tidak menampik bahwa ada kendala sosial kemasyarakatan dalam mengerjakan berbagai paket di Papua Barat.
“Utamanya masalah klasik soal tanah ulayat. Selama ada kegiatan pembangunan, selama itu selalu timbul masalah tanah ulayat,” kata Teguh.
Permasalahan sosial ini, diharapkan Teguh, bisa mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya. Apalagi jika ada oknum-oknum yang melakukan pemalangan setiap kali ada pekerjaan pembangunan jalan.
Teguh mengapresiasi peran sejumlah tokoh masyarakat orang asli Papua (OAP) yang terus mendukung pembangunan dan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat lokal. (HRZ/DPR)
Baca Juga: Sulit Mencari Warga Lokal Konsultan di Provinsi Papua Barat



















