Berangkat dari kisah hidup yang ditempa keterbatasan pascakerusuhan Mei 1998, Merry Riana kini membuka babak baru. Ia memutuskan pengabdian baru dengan terjun ke dunia politik. Motivator nasional itu resmi bergabung sebagai kader Partai Demokrat. Ia menerima kartu tanda anggota (KTA) di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta.
Perjalanan hidup Merry Riana kerap menjadi rujukan tentang keteguhan menghadapi keterbatasan. Berangkat dari pengalaman pahit kerusuhan Mei 1998, yang memaksanya merantau ke Singapura dengan beban utang pendidikan, ia membuktikan bahwa mimpi besar dapat dicapai melalui kerja keras dan disiplin. Kisah manusiawi itulah yang selama bertahun-tahun mengantarkan Merry Riana dikenal luas sebagai motivator nasional dan figur inspiratif lintas generasi.
Kini, perjalanan tersebut memasuki babak baru. Merry Riana resmi bergabung sebagai kader Partai Demokrat setelah menerima KTA dalam acara penyerahan KTA bagi kader baru yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).

Acara yang berlangsung di Jalan Proklamasi Nomor 41, Menteng, itu dihadiri langsung Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)—yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Dalam kesempatan tersebut, AHY menyerahkan KTA secara simbolis kepada Merry Riana bersama puluhan kader baru lainnya dari beragam latar belakang.
AHY menyampaikan sambutan hangat kepada para anggota baru. Ia menilai kehadiran figur-figur dengan rekam jejak profesional dan sosial yang kuat sebagai aset penting bagi partai. Ia berharap pengalaman dan nilai-nilai yang dibawa para kader baru dapat memperkaya kontribusi Demokrat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pengembangan SDM
Bagi publik, Merry Riana dikenal sebagai entrepreneur, investor, dan kreator konten yang konsisten menyuarakan pesan optimisme dan ketangguhan. Dalam waktu kurang dari empat tahun setelah lulus kuliah, ia melunasi seluruh utang pendidikannya dan mencapai pendapatan pertama sebesar satu juta dolar AS pada usia 26 tahun. Perjalanannya kemudian dibagikan melalui seminar, buku, program radio dan televisi, serta film biografi yang dirilis pada 2015.

Setelah 16 tahun menetap dan membangun bisnis di Singapura, Merry Riana memilih kembali ke Indonesia untuk mengembangkan Merry Riana Group. Melalui pendidikan, kewirausahaan, dan pengembangan sumber daya manusia, ia berupaya memperluas dampak sosial yang selama ini menjadi napas perjalanannya.
Bagi Partai Demokrat, bergabungnya Merry Riana menegaskan keterbukaan partai terhadap figur-figur dari latar belakang beragam, sekaligus memperkuat pesan kebhinekaan dalam dinamika politik nasional. (*/Dame Adelina Siagian)
Baca Juga: Marinus Gea, Berjuang dari Nol hingga Duduk di Parlemen

























