Jakarta, Lintas – Pemerintah RI, melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), menjalin sinergi dengan Siemens, penyedia teknologi terkemuka di sektor energi modern. Kerja sama ini seputar pembangunan IKN Nusantara yang mengusung konsep kota pintar (smart city).
Sinergi Pemerintah RI dan Siemens bermula dari kunjungan OIKN ke pameran industri internasional Hannover Messe 2023, Jerman, belum lama ini. Kunjungan tersebut membuahkan hasil positif.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh OIKN dan Siemens. Kedua pihak sepakat mengembangkan smart energy, smart city, smart building, infrastruktur mobilitas cerdas, dan sistem otomasi industri cerdas di IKN Nusantara.
Pusat Inovasi dan Teknologi
Mengutip keterangan resmi, Senin (17/4/2023), Kepala OIKN Bambang Susantono menyampaikan, MoU ini menjadi langkah penting untuk menjadikan Nusantara sebagai pusat inovasi dan teknologi yang mumpuni.
Pusat inovasi dan teknologi andal penting dalam pengembangan bisnis serta ekonomi hijau di Indonesia.
“MoU ini menandai langkah penting untuk mencapai tujuan kami menjadikan Nusantara sebagai pusat inovasi dan teknologi yang menarik pengembangan bisnis dan ekonomi hijau di Indonesia. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan Siemens akan membawa wawasan dan keahlian yang berharga bagi pengembangan konsep kota smart di Nusantara dan kami berharap dapat bekerja sama dengan mereka dalam pelaksanaan proyek ini,” ungkapnya, melansir keterangan resmi, Senin (17/4/2023).
MoU tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara kedua pihak. Melalui MoU ini, kedua pihak juga diharapkan bertukar pikiran dan pengalaman dalam perencanaan serta implementasi konsep smart city di Nusantara.
Ruang lingkup kerja sama
OIKN bermaksud membangun IKN Nusantara menjadi kota pintar dengan penerapan teknologi berbasis digital.
Konsep smart city menawarkan sejumlah manfaat. Konsep smart city mampu menekan biaya dan konsumsi. Keterikatan lebih erat dengan warganya juga bisa terwujud.
“MoU ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan tujuan tersebut dan mempererat kemitraan kedua belah pihak,” harap Bambang.
Adapun ruang lingkup kerja sama ini meliputi, pertama membentuk kelompok kerja dengan pemangku kepentingan terkait untuk pengembangan lingkup smart city. Kedua, melakukan studi kelayakan awal di bidang tertentu (akan ditentukan kemudian) berdasarkan informasi yang tersedia. Ketiga, menjajaki kerja sama strategis dalam pelaksanaan proyek. (BAS)
Baca Juga:
Wujudkan Kerja Sama, Won Hee-Ryong Berkunjung ke Ibu Kota Negara Nusantara
























