Jakarta – Proses pembangunan Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) Seksi 4A dilanjutkan. Nantinya jalan tol seksi 4A yang menghubungkan Probolinggo Timur – Gending, Jawa Timur itu ditargetkan selesai pertengahan 2023.
“Selain mendukung akses wisata, Tol Paspro juga akan memperlancar mobilisasi kegiatan bongkar muat logistik di Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo,” papar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangannya dikutip Rabu (2/11/2022).
Adapun Jalan Tol Paspro Seksi 4A setelah dilanjutkan akan melengkapi seksi 1-3 yang telah diresmikan pada 2019 lalu.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyampaikan, saat ini progres pembangunan seksi 4A masih dalam proses konstruksi dengan progres 66,21 persen.
“Ditargetkan selesai Maret 2023 mendatang dengan pembebasan lahan sudah mencapai 97,4 persen,” ungkapnya.
Nantinya proses pekerjaan akan berlanjut dengan membangun seksi 4B dari Simpang Susun Gending sampai akhir proyek dengan jarak 3,8 kilometer.
Ia menjelaskan keberadaan seksi 4A akan mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Tol Paspro sebesar 50-60 persen.
“Serta menjadi akses alternatif jalur wisata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Bromo-Tengger-Semeru,” ungkapnya.
Adapun Tol Paspro dibangun dengan nilai investasi Rp 6,3 triliun, dan hak konsesi selama 50 tahun. Pekerjaannya dilakukan oleh PT Waskita Karya sebagai kontraktor.
Basuki memprediksi keberadaan Jalan Tol Paspro akan memperlancar distribusi komoditas di wilayah Jawa Timur.
Tak hanya melancarkan arus distribusi di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo, tapi juga wilayah sekitarnya yakni Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo Pasuruan, dan Malang.
Sebagai informasi, Tol Paspro memilki panjang total 43,75 km terdiri 4 seksi.
Seksi 1 menghubungkan Grati Pasuruan-Tongas sepanjang 13,5 km, Seksi 2 Tongas-Probolinggo Barat sepanjang 6,9 km, Seksi 3 Probolinggo Barat-Probolinggo Timur sepanjang 10,9 km, Seksi 4A Probolinggo Timur-Gending sepanjang 8,5 km dan Seksi 4B sepanjang 3,8 km.
Pemerintah terus mendorong pembangunan berbagai jalan tol di Tanah Air. Tak hanya berfungsi untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah, namun keberadaannya juga berdampak bagi perekonomian nasional.
Dengan kian terhubungnya jalan antar daerah, akan menurunkan harga distribusi komiditi yang berdampak pada meningkatnya daya saing produk-produk dalam negeri di pasar domestik. (*)
Baca juga:
Jaringan Jalan Tol Makassar Sebagai Katalisator Ekonomi
Jalan Tol Banda Aceh – Seulimeum 50 Km Selesai Desember 2022

























