BEKASI, LINTAS – Pemerintah memastikan pembangunan Sekolah Rakyat tak hanya terfokus di Pulau Jawa. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan proyek ini akan dilaksanakan secara merata di seluruh Indonesia.
“Tahap satu itu ada di 24 provinsi, bukan hanya di Jawa. Kalau kita membangun untuk rakyat Indonesia, ya dari Sabang sampai Merauke,” kata Dody usai meninjau Sekolah Rakyat di Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/7/2025).
Ia memastikan, skema pembangunan pada tahap kedua juga akan menyasar seluruh wilayah Nusantara. “Di tahap dua juga sama, dari Sabang ke Merauke,” ucapnya.
Pada tahap pertama, pembangunan Sekolah Rakyat dibagi menjadi tiga sub-tahapan: 1A, 1B, dan 1C. Tahap 1A ditargetkan selesai pada pertengahan Juli 2025, sementara tahap 1B dan 1C diharapkan rampung pada akhir Juli 2025.
Baca Juga: 63 Lokasi Sekolah Rakyat Tahap IA Siap Sambut Tahun Ajaran Baru 14 Juli 2025
“Secara rata-rata progres pembangunan sudah mencapai 93 persen lebih, bahkan ada yang hampir 98 persen di sekitar 60 lokasi. Sisanya akan masuk ke tahap 1B,” jelas Dody.
Kementerian PU menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di 200 lokasi pada tahap pertama. Dari proyek ini, pemerintah berharap sedikitnya 20.000 siswa dapat tertampung.
“Karena satu lokasi itu tidak seragam, ada yang sembilan kelas, ada yang hanya dua atau empat kelas,” tambahnya.
Pemerintah menilai proyek Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah yang selama ini kurang terjangkau fasilitas pendidikan memadai. (GIT)

































