Home Berita Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Gunakan Teknologi BIM

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Gunakan Teknologi BIM

Share

JAKARTA, LINTAS – Dalam fase pembangunan 2A, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah berkomitmen melakukan transformasi digital dengan inovasi melalui pengembangan digital construction and sustainability road map. Salah satunya dengan menggunakan Building Information Modelling (BIM).

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, dengan menggunakan BIM, diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi anggaran, mengurangi risiko pekerjaan. Termasuk mempermudah koordinasi dengan semua pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan.

Baca Juga: Sejumlah Proyek Infrastruktur Mulai Terapkan Teknologi 3D BIM

Pernyataan ini disampaikan saat membuka MRT Jakarta Innovation Day 2023 pada tanggal 5 Agustus 2023, di Hotel Pullman, Jakarta Pusat.

“Salah satu tantangan yang dihadapi oleh MRT Jakarta ialah transformasi teknologi. Perubahan yang cepat ini berdampak terhadap metode kerja konstruksi di dunia, termasuk pembangunan MRT Jakarta. Oleh karena itu, kami terus berinovasi dan beradaptasi dengan setiap perubahan tersebut,” tuturnya.

“Dengan implementasi BIM ini, kami dapat mengurangi masalah di lapangan. Kemudian bisa mengambil keputusan dengan cepat terkait konstruksinya,” kata Tuhiyat dalam keterangan tertulis Sabtu (9/9/2023).

Aktivitas pembangunan terowongan MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI-Kota. | Dok. MRT Jakarta

Baca Juga: Membangun secara Efisien dan Berkelanjutan dengan Teknologi BIM Mutakhir

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina menjelaskan lebih detail terkait penerapan BIM dalam pembangunan fase 2A.

“Kami belajar dari konstruksi fase 1 bahwa design drafting yang masih dikerjakan secara manual menggunakan CAD sehingga memerlukan kolaborasi desain secara manual. Selain itu, kesulitan berikutnya muncul saat proses pemeliharaan dan perawatan setiap aset karena data yang masih tersebar,” kata Weni.

Seluruh Proses

Weni mengatakan, dalam fase 2A pembangunan, pihaknya menggunakan BIM di seluruh proses. Mulai dari tahap perencanaan proyek sebagai alat untuk evaluasi teknis sebelum kontrak BEP. Kemudian  menggunakan BIM selama kontraktor memulai proyek, mencakup perancangan awal, perancangan teknis, perancangan konstruksi, pengujian dan penyelesaian, hingga penyerahan.

“Dalam pembangunan fase 2A, kami menerapkan BIM sejak tahap perencanaan proyek. Lalu sebagai alat untuk melakukan technical evaluation saat pre-contract BEP. Kemudian kami gunakan juga saat contractor commencement yang di dalamnya termasuk inception design, technical design. Kemudian pada fase construction design, test and commissioning, hingga hand over. Kami dibantu juga oleh tim dari Bentley Systems melalui penyediaan fitur-fitur platform digital yang dapat meningkatkan produktivitas kerja dibandingkan dengan sebelumnya,” jelas Weni.

“Lebih jauh lagi, penerapan teknologi digital ini dapat membantu kami dalam me-review secara efektif dan efisien berbagai dokumen teknis konstruksi sehingga secara tidak langsung mengurangi penggunaan kertas (hardcopy) hingga 90 persen. Ke depannya, melalui metode digital ini, tim operasi dan pemeliharaan dapat melaksanakan pekerjaannya lebih optimal,” sambung Weni.

Saat ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) sedang mengupayakan visinya untuk menjadi salah satu pelopor dalam menerapkan konstruksi digital dalam industri perkeretaapian di Indonesia. Mereka mengembangkan data terpusat melalui penerapan big data sebagai dasar analisis proyek. Dengan menggunakan teknologi digital twins, mereka memvisualisasikan infrastruktur konstruksi yang sedang dibangun, yang akan membantu dalam perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih efektif, efisien, dan akurat di setiap tahap pelaksanaan proyek konstruksi, serta dalam perawatan dan pemeliharaan aset dan infrastruktur MRT Jakarta. (MDF)

Baca Juga: Pembangunan MRT Fase 2A Stasiun Thamrin dan Monas Capai 61,77 Persen

Oleh:

Share

Foto Pilihan Lainnya