JAKARTA, LINTAS — Pembangunan CP 201, Stasiun Thamrin dan Monas Fase 2A MRT Jakarta berlangsung sesuai rencana dengan capaian 61,77 persen pada tanggal 25 Agustus 2023.
Fase 2A MRT Jakarta akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang 5,8 kilometer. Rute ini terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Dilansir dari laman MRT Jakarta, pekerjaan di Stasiun Monas mencakup pengecoran platform slab, pemasangan tangga akses, strut (penopang), dan penahan dinding (waller) dalam persiapan untuk launcing shaft box jacking entrance 1.
Launching shaft box jacking entrance adalah istilah teknis yang mengacu pada metode konstruksi menggunakan kotak beton yang didorong secara bertahap ke dalam tanah guna membentuk terowongan masuk ke stasiun dari permukaan jalan. Metode ini meminimalkan gangguan lalu lintas dan menghemat biaya penggalian.

Baca Juga: MRT Tangerang-Jakarta-Bekasi Akan Dibangun Agustus 2024
Selain itu, pekerjaan juga mencakup pemasangan strut dan waller, galian untuk ventilation tower 1 dan entrance 2 yang berlokasi di silang barat daya Monas, pengecoran tower, dan backfill untuk ventilation tower 2. Serta pemasangan berbagai sistem seperti HVAC, sistem elektrikal, dan sistem pemadam kebakaran berbasis gas di gardu induk. Pekerjaan lainnya mencakup pemasangan saluran ventilasi, kabel, pipa suplai air, drainase, serta sistem kebakaran di stasiun.
”Di samping itu, instalasi dinding ruangan di gardu induk dan stasiun, pengecatan dinding gardu induk. Juga pemasangan pintu besi, demountable wall, dan atap akses permanen di gardu induk juga sedang dilakukan,” demikian keterangan tertulis dari manajemen MRT Jakarta dikutip Sabtu (2/9/2023).
Progres
Saat ini, pekerjaan di Stasiun Thamrin tengah dilakukan berbagai pekerjaan. Termasuk penggalian dan pengecoran roof serta concourse slab, penggalian base slab, pengecoran kolom di sisi utara stasiun. Lalu piling extension stabling (perpanjangan tiang pancang stabilisasi) di sisi utara stasiun dan peningkatan sistem ventilasi terowongan. Selanjutnya sistem otomatisasi bangunan di Stasiun Bundaran HI.
Pada 25 Agustus 2023, mesin bor terowongan 2 (TBM-2) sedang aktif dalam proyek pembangunan terowongan arah utara dari Stasiun Monas menuju Stasiun Harmoni. Pencapaian sekitar 979,5 meter (653 ring). Sementara itu, mesin bor terowongan 1 (TBM-1) tengah beroperasi ke arah selatan dari Stasiun Monas sisi utara ke Stasiun Harmoni. Pencapaian sepanjang 189 meter (126 ring).
Untuk CP 202 Stasiun Harmoni-Sawah Besar-Mangga Besar, resmi dimulai pada 25 Juni 2022. Proyek ini telah mencapai tingkat kemajuan sebesar 18,27 persen hingga tanggal 25 Agustus 2023. Pekerjaan yang dilakukan mencakup proteksi dan relokasi utilitas, penyelesaian test pit. Lalu pembongkaran pile halte Transjakarta di sekitar wilayah Stasiun Harmoni. Selain itu, proyek juga mencakup pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas tahap 3 dan pekerjaan guide wall di Stasiun Sawah Besar.
Baca Juga: Ada Rekayasa Lalu Lintas di Harmoni-Mangga Besar pada 26 Agustus-31 Desember 2023
Setelah penandatanganan paket kontrak (contract package) CP 203 Stasiun Glodok–Kota, pada 20 April 2021, pekerjaan telah dimulai dan berjalan sesuai rencana. Hingga tanggal 25 Agustus 2023, progresnya telah mencapai 38,75 persen. Pekerjaan di Stasiun Glodok mencakup struktur bottom slab, waterproofing area platform, dan pembangunan kolom level base slab.
Pekerjaan Strutural
Sementara itu, di Stasiun Kota, tengah dilakukan persiapan penggalian tanah untuk roof slab, pemasangan road decking, penanganan temuan pipa air kuno tahap 2. Selanjutnya, pembongkaran struktur eksisting tempat penyeberangan orang (TPO). Terkait pekerjaan struktural di stasiun, saat ini juga sedang disiapkan pengiriman TBM 1 dan 2 untuk CP 203. Kemudian penyediaan area penyimpanan TBM tersebut di kawasan Monas.
Proses pengadaan CP 205 untuk sistem perkeretaapian dan rel telah berhasil dilaksanakan melalui tender internasional yang kompetitif. Pengumuman untuk tender ini telah dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2022.
CP 206 untuk pengadaan rolling stock (ratangga) telah melalui tahap market sounding dan penyesuaian jumlah rangkaian kereta dari 14 rangkaian menjadi tujuh rangkaian. Rencananya, pengumuman untuk tender ini akan dilaksanakan pada kuartal pertama tahun ini. Sementara itu, CP 207 untuk sistem pembayaran (automatic fare collection) akan menggelar pengumuman untuk tender pada bulan Juni 2023.
Fase 2A MRT Jakarta terbagi menjadi dua segmen, yakni segmen pertama dari Bundaran HI ke Harmoni. Ditargetkan, penyelesaian pada 2027, dan segmen kedua dari Harmoni ke Kota yang ditargetkan selesai pada 2029. Sementara itu, Fase 2B MRT Jakarta yang akan melanjutkan dari Kota hingga Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study). Pembangunan Fase 2A MRT Jakarta didanai dengan biaya sekitar Rp 25,3 triliun melalui dana pinjaman yang merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. (MDF)
Baca Juga: Begini Progres Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A



























