Home Berita Pembangunan Entrance MRT Harmoni Dimulai, Ditargetkan Jadi Kawasan TOD Baru Jakarta

Pembangunan Entrance MRT Harmoni Dimulai, Ditargetkan Jadi Kawasan TOD Baru Jakarta

Share

JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi memulai pembangunan entrance atau pintu masuk Stasiun MRT Harmoni yang berlokasi di Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan kawasan Harmoni ke depan dapat dikembangkan menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan pusat pemerintahan dan aktivitas bisnis.

Menurut Pramono, kawasan Harmoni memiliki potensi besar sebagai TOD karena dikelilingi oleh berbagai kantor pemerintahan strategis. Keberadaan Stasiun MRT Harmoni diyakini akan meningkatkan mobilitas aparatur negara sekaligus masyarakat umum.

“Di sekitar sini ada Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Sekretariat Kabinet, kantor KSP, serta sejumlah kantor pemerintahan yang berada di jalan-jalan dekat Istana. Saya yakin mereka akan memanfaatkan stasiun ini,” kata Pramono saat memberi sambutan dalam acara groundbreaking pembangunan entrance Stasiun Harmoni MRT Line Utara-Selatan, Selasa (20/1/026).

Menghidupkan Kembali Kawasan Bisnis

Selain mendukung aktivitas pemerintahan, Pramono optimistis kehadiran MRT Harmoni akan menghidupkan kembali kawasan bisnis lama yang sempat mengalami penurunan aktivitas.

“Seperti kita ketahui, kawasan Harmoni ini dulunya merupakan salah satu pusat bisnis strategis di Jakarta. Hingga ke kawasan Gajah Mada Plaza, semuanya hidup. Dengan MRT, kami berharap kawasan ini kembali bergeliat,” jelasnya.

Entrance Stasiun MRT Harmoni dibangun di kawasan Duta Merlin dengan total luas area mencapai 2.186 meter persegi.

Sementara itu Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menjelaskan stasiun ini akan menjadi bagian penting dari pengembangan MRT Jakarta Fase 2A.

“Target operasi sesuai arahan Pak Gubernur, tahun 2027 MRT akan beroperasi dari Bundaran HI hingga Stasiun Monas, dan dilanjutkan dari Harmoni sampai ke kawasan Kota Tua pada tahun 2029,” ujar Tuhiyat.

Ia menambahkan, Stasiun MRT Harmoni akan memiliki panjang sekitar 252 meter, lebar 18 meter, dan berada di kedalaman 17 meter di bawah permukaan tanah. Stasiun ini terdiri dari dua lantai dan akan terintegrasi langsung dengan Halte TransJakarta Harmoni guna memudahkan perpindahan moda transportasi.

MRT Wilayah Utara

Seiring dengan pengembangan MRT hingga wilayah utara Jakarta, MRT Jakarta juga membutuhkan tambahan sarana perkeretaapian.

Tuhiyat menyebutkan, dibutuhkan delapan trainset tambahan untuk pengoperasian hingga Stasiun Kota Tua, dan total 14 trainset jika jalur diperpanjang hingga Stasiun Ancol.

“Oleh karena itu, mau tidak mau harus ada depo tambahan. Saat ini kami sedang melakukan studi kelayakan (FS) untuk pembangunan depo di wilayah utara, yang direncanakan bekerja sama dengan Jaya Ancol,” pungkasnya. (CHI)

Baca Juga: Bisa Dipantau Publik, Kementerian PU Luncurkan Dashboard Real Time Bencana Sumatera

Oleh:

Share