TELUTIH, LINTAS – Pascaterputus pada Senin, 10 Juli 2023, akibat derasnya banjir bandang, Jembatan Wae Kawanua, yang terletak di ruas jalan nasional Tehoru-Laimu, Maluku, kini sudah bisa dilewati masyarakat.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku melalui Satuan Kerja PJN Wilayah II Provinsi Maluku langsung melakukan tindakan penanggulangan dengan membangun jembatan darurat.
“Kami sudah menyelesaikan jembatan darurat pada 31 Agustus 2023 di Jembatan Wae Kawanua. Kini kendaraan sudah bisa lewat dengan beban di bawah 10 ton,” kata Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku Toce Leuwol, dalam siaran pers yang diterima Lintas, Selasa (26/9/2023).
Baca Juga: Jembatan Kawanua Hanyut, Jalur Maluku Tengah-Seram Timur Putus

Disampaikan Toce, kini masyarakat di dua Kabupaten, yakni Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur, yang bergantung pada jembatan ini sebagai satu-satunya akses transportasi serta mobilisasi barang dan orang bisa bernapas lega.
Selesai Sesuai Target
Panjang Jembatan Wae Kawanua yang roboh saat banjir mencapai 520 meter. Adapun jembatan darurat yang dibangun sepanjang 240 meter yang dibagi dalam 4 segmen aliran sungai kawanua.

Baca Juga: Akses Trans-Seram Maluku Sempat Putus, Jembatan Wai Tone Tana Sudah Bisa Dilewati
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Pulau Seram Yani Latuheru di Masohi. “Puji Tuhan jembatan darurat sudah bisa dilewati kendaraan. Kami mengerjakannya hingga selesai selama 31 hari sejak 1 Agustus 2023. Dan itu sudah sesuai target kami itu satu bulan. Pengerjaan jembatan ini sempat terkendala cuaca. Namun, masih bisa diselesaikan sesuai target,” kata Yani.

Camat Telutih Irfan Rachmat, menyatakan Jembatan Wae Kawanua sudah bisa dilewati. Atas nama seluruh masyarakat Telutih, Irfan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPJN Maluku dan semua pihak yang hampir 1 bulan terus melakukan koordinasi demi akses jembatan Wae Kawanua bisa beroperasi kembali.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman BPJN Maluku, BWS Maluku, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Maluku Tengah, atas koordinasi yang telah dilakukan kurang lebih 1 bulan. Akhirnya akses ke Kecematan Telutih, Kecamatan Tehoru dan Kecamatan Siwalalat Kabupaten SBT akhirnya bisa dinikmati walaupun berupa Jembatan Darurat,” tutur Rachmat. (*/HRZ/ROY/FDH)
Baca Juga: Bupati Maluku Tengah Akan Buat Akses Transportasi Laut di Jembatan yang Putus



















