JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi permanen berbagai fasilitas publik yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pembangunan mencakup fasilitas peribadatan, kesehatan, pendidikan keagamaan, serta infrastruktur sumber daya air.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan pascabencana dilakukan secara bertahap. Setelah akses darurat dipulihkan untuk menjaga konektivitas masyarakat, penanganan dilanjutkan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi permanen agar fungsi infrastruktur kembali optimal dan berkelanjutan.
“Yang kita kejar bukan hanya konektivitas kembali tersambung, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun kembali dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal bagi masyarakat,” kata Dody dikutip Kamis (24/9/2026).

Program Rehabilitasi
Hingga 22 September 2026, program rehabilitasi dan rekonstruksi Kementerian PU mencakup 370 fasilitas peribadatan, 121 fasilitas kesehatan, dan 364 fasilitas pendidikan keagamaan di tiga provinsi terdampak.
Di Aceh, terdapat 137 fasilitas peribadatan dalam program, dengan 109 lokasi telah mulai konstruksi. Sumatera Utara mencakup 208 fasilitas, dengan 64 lokasi mulai konstruksi, sedangkan Sumatera Barat 25 fasilitas, dengan tiga lokasi mulai konstruksi.
Untuk fasilitas kesehatan, program mencakup 50 fasilitas di Aceh dengan 43 lokasi telah mulai konstruksi. Sumatera Utara mencakup 36 fasilitas dengan 21 lokasi mulai konstruksi, sedangkan Sumatera Barat mencakup 35 fasilitas dengan 17 lokasi mulai konstruksi.
Pemulihan juga mencakup fasilitas pendidikan keagamaan. Di Aceh terdapat 207 madrasah dan 69 pondok pesantren, Sumatera Utara 57 madrasah, serta Sumatera Barat 29 madrasah dan dua pondok pesantren yang masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemulihan Infrastruktur Sumber Daya Air
Kementerian PU juga menangani infrastruktur sumber daya air untuk mengembalikan fungsi sungai sekaligus mengurangi risiko bencana lanjutan.
Dari 14 bendung kewenangan pusat yang terdampak, empat telah selesai ditangani pada fase tanggap darurat, sembilan masih dalam proses penanganan lanjutan, dan satu sedang ditangani.
Pada fase tanggap darurat, Kementerian PU telah melakukan normalisasi 38 sungai dari total 94 sungai kewenangan pusat. Selain itu, enam muara sungai telah selesai dinormalisasi untuk mengembalikan fungsi aliran air pascabencana.
Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan infrastruktur pengendali sedimen melalui Sabo Dam. Target keseluruhan mencapai 111 unit, terdiri dari 97 Sabo Dam, termasuk 12 Sabo Dam Oprit, serta 14 Sand Pocket.
Saat ini, enam Sabo Dam masuk dalam paket pekerjaan yang sedang berjalan atau on going, masing-masing berada di Gayo Lues, Tapanuli Tengah, dan Tanah Datar.
Melalui rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut, Kementerian PU menargetkan pemulihan tidak hanya mengembalikan kondisi fisik infrastruktur, tetapi juga mendukung kembali aktivitas dan pelayanan masyarakat di wilayah terdampak. (CHI)












