JAKARTA, LINTAS — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membawa oleh-oleh dari kunjungan kerja (kunker) ke Uni Emirat Arab (UEA) berupa bantuan pengelolaan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.
Menteri Perhubungan bertemu dengan CEO Abu Dhabi Port Saif Al Mazrouei, Sabtu (25/22/2023), dilansir web Kemenhub, untuk membahas lebih lanjut minat pengelolaan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban.

“Kami bersama Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) selaku operator Pelabuhan Patimban, sedang mencari mitra strategis, yang mempunyai kemampuan dan kapasitas dalam mengelola pelabuhan internasional dan mempunyai jaringan global,” ujar Menhub.
Baca juga: Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban Paket 1-3 Dimulai
Menhub mengapresiasi pihak Abu Dhabi Port yang menyatakan minat untuk turut mengembangkan Pelabuhan Patimban.
Budi Karya menyebut PPI telah menerima proposal penawaran kerja sama dari Abu Dhabi Port. “Beberapa hal masih dinegosiasikan. Semoga dapat memberikan penawaran terbaik yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Pengembangan Pelabuhan Patimban
Dalam pertemuan itu, Menhub menyampaikan kepada pihak Abu Dhabi Port bahwa Pelabuhan Patimban jadi pelabuhan rantai pasok pertama di Indonesia, yang terintegrasi dengan kawasan industri yang ada di sekitar pelabuhan (hinterland).
“Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk membuat keberadaan Pelabuhan Patimban, dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan dapat meningkatkan daya saing bangsa,” tuturnya.

Pemerintah terus mengebut penyelesaian pengembangan Pelabuhan Patimban. Pembangunan fase 1 berupa terminal kendaraan berkapasitas 218.000 CBU dan terminal peti kemas berkapasitas 250.000 TEUs telah rampung.
Kini, Pelabuhan Patimban dalam tahap konstruksi pembangunan fase 2, untuk meningkatkan kapasitas terminal kendaraan menjadi 600.000 CBU dan terminal peti kemas mencapai 3,75 juta TEUs. (EDW)
Baca Juga: Pelabuhan Patimban Ditargetkan Rampung Pertengahan 2025

























