Sumber informasi tepercaya seputar infrastruktur,
transportasi, dan berita aktual lainnya.
13 June 2024
Home Berita Pelabuhan Patimban Ditargetkan Rampung Pertengahan 2025

Pelabuhan Patimban Ditargetkan Rampung Pertengahan 2025

Share

Subang, Lintas — Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, ditargetkan akan selesai pada pertengahan 2025. PT Hutama Karya (Persero) turut menggarap pembangunan Pelabuhan Patimban yang mulai awal tahun 2023 ini. Hutama Karya bertanggung jawab atas pengerjaan sejumlah dermaga terminal di pelabuhan tersebut.

Pelabuhan Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Pelabuhan Patimban terletak di Subang, Jawa Barat. Selain Hutama Karya, pembangunan Pelabuhan Patimban juga dikerjakan oleh Toa Corporation (60 persen), PT Waskita Karya (Persero), Tbk. (16 persen), Wakachiku Construction (10 persen), Hutama Karya (9 persen), dan PT Brantas Abipraya (Persero) (5 persen) atau TWWHA JO. Nilai kontrak proyek ini adalah sebesar Rp 3,7 triliun.

Menurut Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo dalam rilisnya, proyek Pekerjaan Paket 5 (Car Terminal Construction) Pelabuhan Patimban tahap 1-2 ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja yang dilaksanakan pada 30 Desember 2022 di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta Pusat.

“Penandatanganan kontrak proyek ini dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen paket 5 yang meliputi Konstruksi Terminal Kendaraan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan unsur pimpinan konsorsium TWWHA JO,” kata Tjahjo.

Tampung 1.500 Peti Kemas

Pada proyek ini, Tjahjo memaparkan, Hutama Karya bertanggung jawab atas pengerjaan Dermaga Terminal kendaraan dengan panjang 381 meter, Dermaga Service Boat dengan Panjang 367 meter, Dermaga Ro-Ro dengan Panjang 170 meter, pekerjaan reklamasi dengan metode Cement Deep Mixing (CDM), Cement Pipe Mixing (CPM) seluas 20 hektar, dan pekerjaan pengerukan dengan kedalaman 14 meter.

“Akan dibangun terminal kendaraan yang menampung 1.500 unit peti kemas per  hari. Kami menargetkan proyek ini rampung sekitar pertengahan tahun 2025,” ujar Tjahjo.

Pada pelaksanaan pekerjaan proyek ini nantinya akan menggunakan kapal keruk atau dredging guna pekerjaan reklamasi. Pelabuhan Patimban nantinya mengedepankan teknologi dan sistem digital dalam pengoperasiannya sehingga akan terintegrasi secara real time agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di pelabuhan.
Tjahjo mengungkapkan, Pelabuhan Patimban akan memiliki efek berganda (multiplier effects), seperti meningkatkan efisiensi waktu pengiriman barang, biaya logistik nasional, membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, dan memperkuat ketahanan ekonomi. (*/BAS)

Oleh:

Share

Leave a Comment

Copyright © 2023, PT Lintas Media Infrastruktur. All rights reserved.