Home Berita Olah Air Laut Jadi Air Minum, Kementerian PUPR Rampungkan SPAM Pulau Penyengat

Olah Air Laut Jadi Air Minum, Kementerian PUPR Rampungkan SPAM Pulau Penyengat

Share

Jakarta, Lintas – Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, selesai dikerjakan. SPAM yang sumber airnya dari air laut tersebut melayani 1.752 jiwa warga di Tanjung Pinang.

Pengoptimalan SPAM Pulau Penyengat, yang dimulai sejak 2022, dikerjakan menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi ini mengolah air laut menjadi air tawar dengan kualitas memenuhi baku mutu air minum.

Lewat rilis pers yang diterima Rabu (24/5/2023), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, prasarana dan sarana air minum merupakan infrastruktur dasar yang memberikan pengaruh vital pada kesehatan dan lingkungan.

“Pemenuhan kebutuhan air minum ini menjadi salah satu prioritas di samping program sanitasi. Hal itu terutama untuk menangani stunting atau gangguan pertumbuhan pada balita karena kekurangan air bersih dan sanitasi. Saat ini, Kementerian PUPR tengah membangun banyak SPAM di sejumlah daerah,” kata Menteri Basuki.

Alat membran nano filter di SPAM Pulau Penyengat dikerjakan menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Air laut menjadi air tawar dengan kualitas memenuhi baku mutu air minum. | Dokumentasi Kementerian PUPR

Pemanfaatan teknologi terbaru SWRO dinilai perlu mengingat daerah Pulau Penyengat memiliki keterbatasan sumber air baku. Tidak ada sumber air permukaan yang dapat diolah. Air laut diolah menggunakan membran nano filter yang menghasilkan air tawar dengan kualitas memenuhi baku mutu air minum.

Untuk menjaga kualitas air baku yang digunakan, dilakukan pengambilan air laut pada jarak kurang lebih 200 meter dari garis pantai. Hal itu dilakukan menggunakan pipa bawah laut. Air kemudian didistribusikan dengan pipa High Density Polyethylene (HDPE) menggunakan sistem gravitasi. Dengang begitu aliran dapat berjalan 24 jam secara kontinu dengan kapasitas 2,5 liter per detik.

Sarana Air Minum Layak

SPAM (SWRO) Pulau Penyengat mulai dibangun pada tahun 2015 dengan kapasitas 1,5 liter per detik. Ini untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air minum yang telah dikelola UPT BLUD air bersih kota Tanjung Pinang. Selanjutnya pada 2022, dilaksanakan optimalisasi oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau, Ditjen Cipta, untuk menambah kapasitas layanan menjadi 2,5 liter per detik serta penyempurnaan sistem produksi teknologi SWRO.

Kepala BPPW Kepulauan Riau Fasri Bachmid mengatakan, pembangunan SPAM Pulau Penyengat bertujuan untuk memberikan sarana dan prasarana air minum yang layak bagi masyarakat di Tanjungpinang.

“Dengan tersedianya sarana air minum layak diharapkan akan meningkatkan pemahaman tentang hidup bersih serta mengurangi risiko penyakit yang berdampak pada kesehatan,” kata Fasri Bachmid.

Pekerjaan optimalisasi SPAM SWRO Pulau Penyengat telah selesai pada 2022 dengan menelan biaya sekitar Rp 9,49 miliar. Adapun lingkup pekerjaannya meliputi pemasangan 1 unit air baku, 1 unit produksi (2 unit media filter, 1 unit SWRO) pekerjaan 1 unit instrumentasi, serta pekerjaan unit distribusi yang terdiri dari jaringan pipa distribusi (pipa HDPE) dan Sambungan Rumah (SR). Saat ini SPAM SWRO Pulau Penyengat telah beroperasi dengan melayani air minum untuk 438 Sambungan Rumah atau setara dengan 1.752 jiwa di pulau Penyengat Kepulauan Riau. (HRZ)

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT