Home Berita Normalisasi Sungai Semeru Dikebut

Normalisasi Sungai Semeru Dikebut

Share

JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat normalisasi alur sungai di hulu dan hilir pasca-erupsi Gunung Semeru. Hal itu untuk mencegah banjir lahar yang mengancam permukiman. Upaya darurat dipimpin Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan pengerahan alat berat sejak awal pekan.

Menteri PU Dody Hanggodo, melalui keterangan tertulis, mengatakan kesiapsiagaan infrastruktur menjadi kunci penanganan bencana. “Kami memastikan dukungan peralatan dari balai-balai teknis bisa digerakkan kapan pun, termasuk membuka akses dan membantu evakuasi,” ujarnya.

Adapun Kepala BBWS Brantas Muhammad Noor menjelaskan, penanganan di hulu difokuskan pada pembuatan sodetan untuk mengurangi tekanan material vulkanik. Sodetan selebar sekitar 10 meter dan tanggul setinggi 8 meter dikerjakan sepanjang 500 meter. Hingga Senin sekitar 200 meter sudah terbuka. Selain itu, peninggian tangkis sepanjang sekitar 100 meter telah rampung untuk memperkuat perlindungan alur.

Sementara itu, penanganan di hilir diarahkan pada perlindungan permukiman. Penutupan alur sungai di dekat kawasan penduduk telah selesai seratus persen, ditambah pembangunan tanggul setinggi 4 meter sepanjang 500 meter. Peninggian tanggul existing dan pembukaan alur tambahan terus dilakukan agar aliran tidak kembali mengarah ke rumah warga.

“Kami memprioritaskan keselamatan masyarakat. Penanganan di hulu dan hilir dilakukan paralel agar aliran sungai terkendali dan tidak menimbulkan dampak lanjutan,” kata Muhammad Noor.

Selain itu, BBPJN Jawa Timur–Bali mengerahkan dua unit ekskavator untuk pembersihan material di sekitar Jembatan Besuk Kobokan. Kementerian PU memastikan seluruh pekerjaan darurat dipantau intensif hingga memasuki tahap pemulihan. (HRZ)

Baca Juga: PU Salurkan Bansos untuk Pengungsi Semeru

Share