JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan 15 bendungan strategis untuk memperkuat ketahanan air dan pangan nasional. Proyek bernilai Rp 47,84 triliun ini menjadi bagian dari program Astacita Presiden Prabowo Subianto. Khususnya pada pilar kedaulatan pangan dan energi nasional.
Menteri PU Dody Hanggodo, lewat keterangan tertulis, menegaskan, pembangunan bendungan harus sejalan dengan pengembangan jaringan irigasi agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani.
“Dengan suplai air yang berkelanjutan, produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Dari 15 bendungan yang sedang dibangun, potensi layanan irigasi akan meningkat dari 184.515 hektar menjadi 263.055 hektar. Luas tanam juga diproyeksikan bertambah dari 277.775 hektar menjadi 483.163 hektar. Peningkatan ini diharapkan mampu mengerek hasil panen dari 1,4 juta ton menjadi 2,34 juta ton per tahun.
Selain itu, indeks pertanaman (IP) diprediksi naik dari 150 persen menjadi 262 persen. Dengan demikian, petani yang semula hanya menanam sekali setahun dapat menanam hingga tiga kali.








Sistem Irigasi
Adapun bendungan yang tengah dibangun meliputi Tiga Dihaji (Sumatera Selatan), Cibeet dan Cijurey (Jawa Barat). Kemudian Bendungan Bener, Karangnongko, Jragung, dan Cabean (Jawa Tengah). Lalu ada Bagong (Jawa Timur), Manikin dan Mbay (NTT), Jenelata (Sulawesi Selatan). Disusul Way Apu (Maluku), Budong-Budong (Sulawesi Barat), Riam Kiwa (Kalimantan Selatan), dan Bulango Ulu (Gorontalo).
Kementerian PU juga memperkuat keterhubungan antara bendungan dan lahan pertanian melalui pembangunan sistem irigasi primer, sekunder, dan tersier. Saat ini, dua daerah irigasi (DI) masih membutuhkan saluran konektivitas baru, yakni DI Budong-Budong di Sulawesi Barat dan DI Way Apu di Maluku, dengan total panjang jaringan 12,64 kilometer untuk mengairi 400 hektar lahan.
Selain itu, tiga daerah irigasi—Bulango Ulu (Gorontalo), Jragung Kompleks (Jawa Tengah), dan Komering (Sumatera Selatan)—memerlukan pembangunan lanjutan dengan panjang saluran 90,67 kilometer untuk melayani 35.339 hektar lahan. Sebanyak 15 daerah irigasi lainnya juga akan direhabilitasi sepanjang 210,32 kilometer guna memperkuat layanan air di area pertanian seluas 15.292 hektar.
Hingga 7 Oktober 2025, sebanyak 10 dari 15 bendungan telah mencapai progres konstruksi di atas 60 persen. Capaian tertinggi ditunjukkan Bendungan Way Apu di Maluku yang telah mencapai 94,59 persen. Bendungan berkapasitas tampung 50,05 juta meter kubik dan luas genangan 273,79 hektar itu akan mengairi lahan pertanian seluas 10.562 hektar di wilayah tersebut. (HRZ)
Baca Juga: Bendungan Beringin Sila Dongkrak Pertanian Sumbawa










