Solo, Lintas – Penyelesaian revitalisasi kawasan Taman Balekambang di Solo, Jawa Tengah, ditargetkan selesai lebih cepat, yakni Oktober 2023.
Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dikutip dari rilis yang diterima, Jumat (19/5/2023).
Taman Balekambang berada di Jalan Balekambang, Manahan, Surakarta. Taman ini dibangun pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegoro VII yakni 26 Oktober 1921. Konon, pembangunan taman ini sebagai wujud kasih sayang KGPAA Mangkunegoro VII kepada kedua putrinya, GRAy Partini dan GRAy Partinah.
Hingga saat ini progres konstruksinya sudah mencapai 24 persen. Basuki optimistis revitalisasi akan rampung seluruhnya pada Oktober 2023. Ini lebih cepat dari target kontrak yang selesai pada Desember 2023.
“Untuk penataan Kolam Partini sudah rampung tinggal diisi air dan dipasang Kayu Ulin di pinggirnya. Konsep dan tujuan revitalisasi akan mengembalikan fungsi awal Taman Balekambang sebagai kebon rojo atau kebun raja untuk taman di tengah kota,” kata Menteri Basuki.
Terbaik di Asia Tenggara
Dikatakan Menteri Basuki, menurut Presiden Joko Widodo dahulu taman tersebut pernah menjadi salah satu taman terbaik di Asia Tenggara. Untuk itu, pelaksanaan konstruksinya agar lebih mengedepankan keseimbangan dan keramahan lingkungan. Tujuannya agar taman ini lebih banyak ruang terbuka hijau tempat masyarakat bersosialisasi.
“Tadi diinformasikan oleh pelaksana di lapangan, tidak ada penebangan pohon sama sekali dalam melakukan revitalisasi ini,” ujar Menteri Basuki.

Revitalisasi dilaksanakan oleh kontraktor PT. PP-Utama KSO senilai Rp 159,4 miliar dengan biaya APBN TA 2022-2023. Lingkup pekerjaan revitalisasi mencakup pembangunan panggung pertunjukan terbuka, gedung pertunjukan, pendopo kedatangan, aviary & taman rusa, taman bunga, skywalk, dan embung serta kolam partini.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut mendampingi Menteri Basuki, Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah Kuswara, Kepala BBPJN Jawa Tengah Rien Marlia, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Maryadi Utama, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Harya Muldianto. (HRZ)



















