Salah satu wahana favorit Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang selalu dicoba oleh pengunjung, yakni wahana kereta gantung. Dengan menaiki kereta gantung, para pengunjung dapat melihat spot-spot indah dan terkenal di TMII dari atas, seperti Istana Anak-Anak, Danau Archipelago yang di atasnya terdapat miniatur pulau-pulau Indonesia.
Untuk naik kereta gantung, pengunjung perlu merogoh kocek untuk membayar tiket seharga Rp 50.000 per orang. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai dan nontunai.
Jika sudah membeli tiket, pengunjung akan diarahkan menuju stasiun keberangkatan kereta gantung. Satu kereta gantung dapat menampung sampai 4 orang dewasa.

Lintas yang mencoba wahana primadona ini, Senin (25/9/2023), berada di dalam kapsul selama 15 menit di ketinggian 20 meter di atas permukaan tanah. Memang, TMII terlihat hijau. Berkat upaya pemerintah yang merevitalisasi taman yang diinisiasi oleh Ibu Tien Soeharto, istri Presiden Soeharto, itu. Sebanyak 70 persen lahan TMII diubah menjadi ruang terbuka hijau.
Pantauan Lintas, masih ada sejumlah anjungan yang dalam proses pembenahan. Terlihat pekerja sedang menyelesaikan pembangunan anjungan, salah satunya anjungan dari daerah Kepualaun Nias.
Terlihat juga bahwa pengunjung tidak ada yang terganggu dengan hilir mudik kendaraan pribadi, yang sebelum revitalisasi sering menjadi penyebab kemacetan akibat parkir seenaknya.
Pengelola TMII Indonesia kini menyediakan shuttle bus berupa kendaraan listrik. Kendaraan pribadi yang berbahan bakar fosil dilarang berkeliling kawasan TMII.
Baca Juga: Pengelola TMII Siapkan Angkutan Antar-Jemput Gratis untuk Pengunjung
Tiga Stasiun
Kembali ke kereta gantung. TMII memiliki 3 koridor stasiun kereta gantung, yakni Stasiun A, Stasiun B, dan Stasiun C. Stasiun A berada di sebelah timur lapangan parkir selatan di kawasan desa seni dan kerajinan.
Stasiun B terletak di seberang Anjungan Papua dan dekat dengan taman burung dan Stasiun C berada di sebelah utara lapangan parkir utara.
Kareta gantung selalu jadi primadona bagi pengunjung Taman Mini Indonesia Indah. Wahana ini tak pernah sepi pengunjung sejak pertama dibuka tahun 1975.

Yono (55), seorang pengunjung dari Bekasi, mengungkapkan, selalu menyempatkan untuk menaiki kereta gantung bila ke TMII Bersama keluarganya.
“Ke TMII belum lengkap jika belum naik kereta gantung. Walaupun sebenarnya saya takut ketinggian,” kata Yono saat menaikkan kereta gantung, Senin (25/9/2023).
Yono bercerita saat dirinya tadi menaiki kereta gantung sangat terpesona menikmati berbagai pemandangan yang tersaji di lokasi wisata itu melalui kaca jendela kereta gantung.
Petugas yang mengoperasikan wahana ini mengaku kapsul atau kereta yang digunakan terus dilakukan peremajaan.
“Ada rombongan wisatawan dari India yang ikut mengantre membeli tiket. Namun, mendadak berbalik, urung naik kereta gantung.
Saat ditanya, mengapa tidak jadi naik, Radjiv, ketua rombongan, mengatakan, “Waktu kami sangat terbatas, jadi kami putuskan berkeliling saja naik shuttle bus.”
Rombongan dari India yang berjumlah sekitar 300 orang itu adalah peserta kejuaraan karate yang digelar di Jakarta selama 3 hari. (PAH/ROY/HRZ/NSN)
Baca Juga: Presiden Jokowi: TMII Wajah Baru Jadi Kebanggaan Indonesia



















