Jakarta, Lintas — LRT Jabodebek bakal beroperasi pertengahan Agustus 2023, dan Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan mengatur tarif atau harga tiket kereta tanpa awak tersebut.
Manager Public Relation LRT Jabodebek Kuswardojo mengungkapkan aturan tersebut tertera pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 67 Tahun 2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jabodebek untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik.
“Dalam putusan tersebut dijelaskan bahwa telah ditetapkan tarif LRT Jabodebek yakni Rp 5.000 untuk satu kilometer pertama, dan masyarakat dikenakan Rp 700 setiap kilometer berikutnya,” ujar Kuswardojo dalam keterangannya, Kamis (20/7/2023).
Baca juga: LRT Jabodebek Segera Beroperasi, Kenali 18 Stasiunnya
Ia menjelaskan, LRT Jabodebek juga bakal bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMD, BUMN serta pihak swasta untuk memberikan fasilitas maupun transportasi pengumpan.
“Dalam penyiapan konektivitas dengan transportasi lain di seluruh stasiun LRT Jabodebek,” kata dia.

Kuswardojo menuturkan, sebanyak 18 stasiun LRT bakal terhubung dengan moda transportasi pengumpan, maupun Kereta Cepat Jakarta–Bandung.
“Seperti Commuterline, MRT Jakarta, Transjakarta, Mikrotrans, Trans Patriot dan angkutan kota,” imbuh dia.
Diketahui, LRT Jabodebek bakal beroperasi bersamaan dengan Kereta Cepat Jakarta–Bandung.
Tujuannya, agar kedua moda transportasi umum itu saling terhubung sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat. (TNO)
Baca Juga: Serba-serbi LRT Jabodebek: Tiket Gratis, Tanpa Masinis, dan Melewati 18 Stasiun

























