Home Berita KA Ekonomi Kerakyatan Laris Saat Mudik 2026, Okupansi Tembus 87 Persen

KA Ekonomi Kerakyatan Laris Saat Mudik 2026, Okupansi Tembus 87 Persen

Share

JAKARTA, LINTAS – Layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dihadirkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi salah satu pilihan utama masyarakat pada musim mudik Lebaran 2026. Tingginya minat terlihat dari tingkat keterisian (okupansi) yang telah mencapai 87 persen.

Selama periode 11–17 Maret 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan tercatat telah melayani sebanyak 7.951 pelanggan. Sementara itu, hingga 17 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket mencapai 23.708 dari total 27.368 tempat duduk yang disediakan untuk periode perjalanan hingga 1 April 2026.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan layanan ini dihadirkan untuk memperluas pilihan perjalanan masyarakat dengan tetap mengedepankan keterjangkauan tarif dan peningkatan kenyamanan.

“Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memperluas pilihan perjalanan masyarakat pada masa Lebaran. Dengan kapasitas yang bertambah serta pengaturan kursi yang lebih nyaman, layanan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Kereta Dirangkaikan

Kereta ini dirangkaikan dalam KA Tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan, dengan komposisi lima kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi kerakyatan. Total kapasitasnya mencapai 250 kursi eksekutif dan 372 kursi ekonomi kerakyatan.

Operasionalnya terbagi dalam dua perjalanan harian, yakni KA 7039 relasi Lempuyangan–Pasarsenen yang berangkat pukul 06.00 WIB dan tiba pukul 13.56 WIB, serta KA 7040 relasi Pasarsenen–Lempuyangan yang berangkat pukul 15.25 WIB dan tiba pukul 22.57 WIB.

Dari sisi fasilitas, Kereta Ekonomi Kerakyatan menawarkan peningkatan signifikan dibandingkan layanan ekonomi sebelumnya. Setiap kereta memiliki 93 tempat duduk dengan konfigurasi 3–2, lebih lapang dibandingkan konfigurasi lama yang mencapai 106 kursi. Kursi juga dilengkapi fitur reversible sehingga penumpang dapat menyesuaikan arah duduk sesuai arah perjalanan.

Baca Juga: Tiket KA Lebaran 2026 Tembus 3,36 Juta, Kursi Masih Tersedia

Selain itu, fasilitas pendukung seperti pendingin udara (AC) dan kebersihan toilet turut menjadi perhatian utama untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Untuk tarif, layanan ini berada di antara kereta ekonomi bersubsidi (PSO) dan ekonomi reguler. Pada periode Angkutan Lebaran 2026, harga tiket untuk relasi terjauh dibanderol mulai dari Rp 175.000, menjadikannya opsi yang relatif terjangkau bagi masyarakat.

Dikunjungi Seskab

Di tengah tingginya minat tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut meninjau langsung layanan ini di Stasiun Pasarsenen, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik, khususnya perkeretaapian.

Dalam peninjauannya, Teddy menyempatkan diri menyapa para pemudik, berdialog dengan penumpang, hingga masuk ke dalam rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk melihat langsung kondisi sarana.

“Tadi saya cek langsung. AC-nya nyala, toiletnya bagus, tempat duduknya tidak saling berhadapan. Nyaman untuk perjalanan, misalnya enam jam ke Yogyakarta,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan layanan ini akan terus dikembangkan secara bertahap, tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga di wilayah lain di Indonesia.

“Kita ingin kualitas, kenyamanan, dan kebersihan perkeretaapian terus meningkat di seluruh Indonesia,” tambahnya. (CHI)

Oleh:

Share