Home Fitur Jembatan Kaca Kemuning Hills, Perpaduan Teknologi Infrastruktur dan Indahnya Alam

Jembatan Kaca Kemuning Hills, Perpaduan Teknologi Infrastruktur dan Indahnya Alam

Share

Konsep pembangunan yang memadukan infrastruktur dan keindahan alam makin banyak ditemui di era modern. Hal ini tidak hanya terjadi di luar negeri, tetapi juga di Indonesia. Di Indonesia, perpaduan teknologi infrastruktur dan keindahan dapat disaksikan di tempat-tempat wisata yang makin marak hadir, salah satunya di Kemuning Sky Hills.

Kemuning Sky Hills adalah wisata buatan yang berlokasi di Kebun Teh Kemuning Jl. Karagandan-Ngargoyoso, Sumbersari, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Obyek wisata Kemuning Sky Hills, yang mengusung wisata jembatan kaca sebagai ikonnya, merupakan kerja sama antara Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, PT Rumpun Sari Kemuning, dan The Lawu Group sebagai pengelola.

Jadi, Jembatan Kaca Kemuning yang disebut sebagai jembatan kaca terpanjang di Jawa Tengah ini adalah bagian dari agrowisata di kawasan Kebun Teh Kemuning. 

Dibuka Tahun 2023

Mengutip Pesonakaranganyar.karanganyarkab.go.id, Kemuning Sky Hills diresmikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, pada malam pergantian Tahun Baru 2023. Menyusul peresmian itu, Kemuning Sky Hills dibuka untuk umum pada 1 Januari 2023.

Jembatan Kaca Kemuning disebut berbiaya Rp 55 miliar dan dibangun di atas lahan seluas 20 hektar dengan total panjang 125 meter serta ketinggian bervariasi antara 10-38 meter. Panjangnya yang 125 meter inilah yang membuat Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills disebut sebagai jembatan kaca terpanjang di Jawa Tengah.

Teknologi Jembatan

Jembatan Kaca Kemuning dibangun dengan menggunakan rangka baja konstruksi kremona dan disangga menggunakan pilar beton dengan kedalaman fondasi hingga 12 meter. Hal ini dilakukan agar konstruksi jembatan tahan guncangan gempa.

Mengutip Blkp.co.id, baja kremona adalah salah satu tipe rangka atap yang terbuat dari baja ringan. Struktur satu rangka kremona terdiri dari dua batang baja ringan yang terhubung oleh batang pendek, membentuk pola tangga. Selanjutnya, di antara bagian yang lebih pendek, terdapat batang diagonal.

Baja kremona memiliki desain yang simple. Walaupun simple, baja kremona terkenal kokoh atau memiliki kekuatan yang lebih superior jika dibandingkan dengan pemasangan rangka ganda.

Dengan bobotnya yang ringan, baja kremona disebut efektif membantu mengurangi beban struktur bangunan di atasnya atau mengurangi beban pada seluruh struktur bangunan di bawahnya. Dengan kata lain, bangunan yang menggunakan baja kremona tidak perlu menahan beban yang berlebihan.

Kelebihan lain dari rangka baja kremona ialah memiliki struktur yang rapi. Ini memberikan tampilan yang menarik. Kesan estetis yang dimiliki rangka baja kremona menciptakan sentuhan visual yang unik, membuat rangka kremona bisa diekspos tanpa perlu penutup tambahan.

Selain itu, kaca yang digunakan pada lantai jembatan berjenis tempered glass yang dilaminasi dengan teknologi interlayer PVB. Teknologi interlayer PVB ini berfungsi menjaga kaca dari benturan dan tekanan.

Teknologi sekaligus estetika inilah yang dihadirkan di Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills. Alhasil, saat berada di atas Jembatan Kaca Kemuning, pengunjung dapat menikmati keindahan hamparan Kebun Teh Kemuning dengan panorama perbukitan dan view Gunung Lawu yang menakjubkan serta view Kota Karanganyar dengan aman dan tenang, sambil mengabadikannya melalui foto-foto selfie ataupun wefie. Hal ini terjadi berkat teknologi yang diterapkan pada jembatan ini.

Keamanan

Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills didesain sesuai standar keamanan pembangunan jembatan kaca. Mengutip Thelawugroup.com, Jembatan Kaca Kemuning menggunakan 3 lapis kaca dengan masing-masing ketebalan 1 sentimeter. Total ketebalan dari 3 lapis kaca jembatan tersebut adalah 3 sentimeter. Dengan ketebalan ini diyakini bahwa kaca jembatan aman untuk digunakan pengunjung. Selain itu, kaca yang digunakan pada jembatan ialah kaca tempered yang tersertifikasi.

Setiap lembar kaca yang digunakan di Jembatan Kaca Kemuning Hills memiliki ukuran 1,2 meter x 1,8 meter. Setiap meter persegi kaca dapat menahan beban sekitar 280 kilogram. Hal ini sesuai dengan standar SNI 1727 tahun 2013.

Mengutip Soloraya.solopos.com, Direktur Utama The Lawu Group, Parmin Sastro Wijono, mengatakan Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills dibangun dengan penghitungan struktur sesuai standar konsultan sipil. Kaca yang digunakan pada jembatan ialah kaca tempered dengan ketebalan 3 sentimeter yang tersertifikasi.

Guna memastikan keamanan, pengelola Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills bahkan menyediakan sampel kaca untuk diuji coba oleh pengunjung sebelum memasuki jembatan tersebut. Sampel kaca menggunakan material yang sama persis dengan yang digunakan pada jembatan.

“Kami menyediakan pengujian kekuatan kaca sebelum masuk ke jembatan. Jadi, pengunjung yang ragu bisa cek dulu kekuatannya,” ujar Parmin.

Selain itu, untuk menjamin keamanan pengunjung, pengelola Kemuning Sky Hills menerapkan Standard Operational Procedure (SOP) yang perlu diperhatikan dan diikuti oleh pengunjung saat memasuki wahana jembatan kaca.

Kapasitas dan Akses

Luas penampang Jembatan Kaca di Kemuning Hills adalah 245 meter persegi. Luas itu dapat menampung 600 orang. Namun, demi keamanan, pengelola membatasi jumlah maksimal pengunjung yang naik ke jembatan kaca hanya 150 orang dalam satu waktu.

Untuk sampai ke obyek wisata Kemuning Hills yang berjarak 25,5 kilometer dari pusat Kota Karanganyar ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan mobil ataupun sepeda motor.

Mengutip Kompas.com (16/1/2023), obyek wisata Kemuning Sky Hills dan pusat Kota Karanganyar dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 45 menit.

Tiket Masuk

Kemuning Sky Hills dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.30 WIB. Untuk masuk ke dalam kawasan Kemuning Sky Hills, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang. Harga tiket masuk ini berlaku satu tarif untuk weekday maupun weekend. Dengan tarif Rp 10.000, wisatawan bisa menjelajahi area Kemuning Sky Hills dan juga mendapat asuransi kecelakaan diri dari PT Jasaraharja Putera Syariah.

Sementara, wisatawan yang ingin merasakan sensasi berjalan di atas jembatan kaca, harus membeli tiket tambahan seharga Rp 30.000 per orang.

Kendaraan motor dan mobil juga dikenai parkir. Sepeda motor dikenai tarif sebesar Rp 3.000, sedangkan mobil Rp 5.000.

Aturan Jembatan Kaca Kemuning

Untuk menikmati pemandangan alam yang indah dari Jembatan Kaca Kemuning, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengunjung:

  1. Batas maksimal pengunjung 150 orang
  2. DIlarang merokok di atas jembatan
  3. Dilarang membawa makanan dan minuman di atas jembatan
  4. Melepas alas kaki
  5. Dilarang membawa binatang peliharaan di atas jembatan kaca
  6. Dilarang bersandar, bercanda, dan/atau memanjat di sepanjang jembatan
  7. Anak di bawah usia 10 tahun harus dalam pengawasan orang tua
  8. Mematuhi peraturan pengelola untuk keselamatan.

Tertarik merasakan perpaduan teknologi infrastruktur dan keindahan alam? Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills bisa jadi tempat yang Anda cari! (MSH)

Baca Juga: KAI Targetkan 60 Kereta Ekonomi Kursi Tegak Diubah Versi Modifikasi pada 2024

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT