Home Berita Jaringan Listrik Kereta Cepat Jakarta-Bandung Siap 90 Persen

Jaringan Listrik Kereta Cepat Jakarta-Bandung Siap 90 Persen

Share

Jakarta, Lintas – PT PLN (Persero) menyatakan, sistem kelistrikan pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah terbangun 90 persen. Hal ini mendukung kesiapan beroperasinya KCJB pada Agustus nanti.

“PLN terus mendukung penyelesaian proyek-proyek strategis nasional. PLN berkomitmen menghadirkan listrik yang andal,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan tertulis, Senin (22/3/2023).

Salah satunya, tambah Darmawan, pada infrastruktur kelistrikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang sedang dikebut penyelesaiannya.

Darmawan menjelaskan, proyek jaringan kelistrikan untuk KCJB dikerjakan oleh dua Unit Induk Pembangunan (UIP), yaitu PLN UIP Jawa Bagian Barat (JBB). Sebanyak lima infrastruktur utama telah berhasil dioperasikan.

“Dan PLN UIP Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) yang mana dari lima infrastruktur tinggal satu lagi yang akan segera terselesaikan,” tambahnya.

Jadi, lanjutnya, infrastruktur listrik untuk KCJB telah siap 90 persen. Kelima infrastruktur di wilayah Jawa Bagian Barat yang telah siap beroperasi meliputi, pertama, saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) 150 kilovolt (kV) Traksi Halim-Poncol Baru II. Kedua, SKTT 150 kV Traksi Halim-Bekasi II/Summarecon. Ketiga, 1 Bay Line Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Bekasi II/Summarecon arah Gardu Induk (GI) Traksi Halim Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Keempat, 1 Bay Line GIS 150 kV Poncol Baru II arah GI Traksi Halim KCIC. Kelima, Gardu Induk (GI) 150 kV Traksi Halim.

TKDN 78,89 Persen

Darmawan melanjutkan, keberhasilan PLN dalam menuntaskan pembangunan infrastruktur pada tiga wilayah penunjang utama kereta api cepat ini menjadi bukti keseriusan PLN mendukung setiap Proyek Strategi Nasional (PSN).

Darmawan menambahkan, keseriusan PLN tidak hanya pada penyelesaian proyek ini. Akan tetapi, juga pada penggunaan produk-produk dalam negeri. Dalam proyek ini, PLN mampu menggunakan produk dengan TKDN yang rata-rata mencapai 78,89 persen.

PLN meyakini suplai listrik kereta cepat ini nantinya akan beroperasi dengan andal. Sebab, setiap traksi akan dipasok dari dua suplai jaringan transmisi.

Untuk itu, General Manager PLN UIP JBT Djarot Hutabri EBS mengucapkan apresiasinya bagi seluruh pemangku kepentingan dalam setiap proses pembangunan infrastruktur kelistrikan tersebut.

Selain itu, dalam pengerjaan seluruh proyek ini PLN terus menerapkan prinsip zero accident dalam setiap tahapan konstruksi. Menurut dia, hal tersebut juga menjadi hal yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan suatu proyek pembangunan. (BAS)

Share