Home Berita Jalur Kereta Kedungjati–Tanggung Grobogan Akan Diaktifkan

Jalur Kereta Kedungjati–Tanggung Grobogan Akan Diaktifkan

Share

JAKARTA, LINTAS – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa reaktivasi jalur nonaktif Kedungjati–Tanggung menjadi langkah strategis perusahaan untuk membuka akses ekonomi baru sekaligus menghidupkan kembali koridor bersejarah perkeretaapian nasional.

“Jalur tersebut memiliki nilai historis tinggi dan potensi ekonomi besar bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Bobby saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang pada 12 Februari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung kondisi jalur nonaktif relasi Kedungjati–Tanggung sekaligus memastikan kesiapan operasional menjelang Angkutan Lebaran 2026.

Koridor Tertua

Jalur Kedungjati–Tanggung sendiri merupakan salah satu koridor tertua dalam sejarah pembangunan jaringan rel di Indonesia dan menjadi bagian penting dari awal perkembangan perkeretaapian nasional.

Dalam peninjauan lapangan, Bobby bersama jajaran manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi stasiun dan aset prasarana yang ada. Penilaian mencakup aspek keselamatan, kelayakan infrastruktur, serta kebutuhan teknis yang diperlukan untuk mendukung proses reaktivasi.

Tak hanya itu, KAI juga mengkaji potensi pengembangan kawasan berbasis ekonomi lokal dan pariwisata heritage di sepanjang koridor tersebut.

“Reaktivasi jalur Kedungjati–Tanggung membuka akses ekonomi baru, memperluas mobilitas masyarakat, dan mendorong pengembangan kawasan yang memiliki potensi di sektor pertanian, kehutanan, serta pariwisata sejarah,” ujar Bobby.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Wilayah

Wilayah Kedungjati dan sekitarnya dikenal sebagai sentra pertanian serta kawasan hutan jati dengan potensi wisata alam yang cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Grobogan Tahun 2025, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 3,23 persen. Sementara itu, jumlah penduduk di Kecamatan Kedungjati mencapai sekitar 45 ribu jiwa dan Kecamatan Tanggungharjo sekitar 43 ribu jiwa.

Dengan konektivitas transportasi yang lebih baik, diharapkan aktivitas distribusi hasil pertanian, mobilitas tenaga kerja, hingga akses masyarakat terhadap pusat ekonomi dapat semakin meningkat. Kehadiran kembali layanan kereta api dinilai mampu memperkuat daya beli serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Pelestarian Warisan Sejarah

Selain aspek ekonomi, jalur ini juga memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Stasiun Tanggung dikenal sebagai salah satu stasiun tertua di Indonesia dengan arsitektur khas Swiss Chalet yang masih terjaga. Sementara itu, Stasiun Kedungjati memiliki bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan awal perkeretaapian nasional.

“Jalur ini adalah bagian dari titik awal sejarah perkeretaapian Indonesia. Pelestarian heritage harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” tegas Bobby.

Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

Usai peninjauan, agenda dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama manajemen Daop 4 Semarang. Pertemuan tersebut membahas kesiapan operasional, penguatan sistem keselamatan perjalanan kereta api, serta langkah antisipasi menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026.

Pengawasan prasarana, pemeriksaan jalur, serta kesiapan sistem tanggap darurat menjadi fokus utama guna memastikan layanan tetap aman dan andal saat lonjakan penumpang terjadi.

“Keselamatan menjadi prioritas utama. Setiap pengembangan jalur harus disertai standar operasional yang ketat agar masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” kata Bobby. (CHI)

Baca Juga: KAI Commuter Izinkan Penumpang Berbuka Puasa di Dalam Kereta Selama Ramadan 2026

Oleh:

Share