JAKARTA, LINTAS — Akses utama lintas tengah Aceh dari Kota Canai menuju Blangkejeren hingga Gayo Lues kembali dapat dilalui. Jalur ini pulih setelah sempat terputus akibat longsor dan banjir bandang awal Januari 2026.
Pemulihan konektivitas itu menjadi perhatian langsung Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Pasalnya, ruas tersebut merupakan jalur logistik vital yang menghubungkan Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Sumatera Utara.

“Sejak Kamis sudah mulai lancar meski terbatas. Pagi ini hampir semua kendaraan bisa melintas. Logistik, BBM, dan kendaraan berat sudah bisa masuk,” ujar Dody seusai rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). Pernyataan ini dikutip dari rilis yang diterima Majalah Lintas, Sabtu.
Dengan terbukanya jalur tersebut, distribusi kebutuhan pokok warga kembali bergerak. Aktivitas ekonomi di wilayah Aceh bagian tengah pun berangsur pulih.
Namun, Dody menilai persoalan tidak berhenti pada pembukaan jalan. Ia menekankan pentingnya penanganan wilayah hulu untuk mencegah bencana berulang.
“Saya datang langsung ke Blangkejeren. Dari situ terlihat jelas masalahnya ada di hulu. Perlu penanganan khusus, termasuk pembangunan cekdam dan sabo dam,” katanya.
Sementara itu, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh terus melakukan penanganan darurat. Alat berat berupa excavator dan wheel loader dikerahkan untuk membersihkan material longsor.

Seiring itu, sejumlah ruas strategis lintas tengah Aceh kini telah tersambung. Selain Kota Canai–Blangkejeren, jalur Bireuen–Bener Meriah, Aceh Tengah–Nagan Raya, Genting Gerbang–Celala, Blangkejeren–Kutacane, hingga batas Provinsi Sumatera Utara sudah dapat dilalui.
Pembukaan akses ini diharapkan menjaga kelancaran mobilitas warga, distribusi bantuan, serta pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh bagian tengah. (HRZ)
Baca Juga: Tol Sigli–Banda Aceh Dibuka Fungsional hingga 22 Januari 2026





