KARAWANG, LINTAS – Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat, termasuk saat musim mudik. Untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di jalan tol, fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek disiapkan dengan teknologi pengisian cepat yang memudahkan para pengguna kendaraan listrik selama perjalanan.
Ridwan, penjaga posko SPKLU di Rest Area KM 57A, menjelaskan bahwa pengguna kendaraan listrik sebenarnya tidak perlu khawatir terkait ketersediaan lokasi pengisian daya selama perjalanan. Menurutnya, perencanaan perjalanan dapat dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile yang telah dilengkapi fitur khusus bagi pengguna kendaraan listrik.
“Hal yang pertama mungkin kita harus ada persiapan. Kita selaku pengguna EV harus tahu tujuan perjalanan kita ke mana. Di aplikasi PLN Mobile sudah ada menu Trip Planner yang membantu merencanakan perjalanan,” kata Ridwan saat ditemui di Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, Senin (16/3/2026).
Fitur Trip Planner
Ia menjelaskan, fitur Trip Planner memungkinkan pengguna melihat peta perjalanan yang menampilkan titik-titik SPKLU di sepanjang rute perjalanan, sehingga pengemudi dapat menentukan kapan dan di mana harus mengisi daya kendaraan.
“Di Trip Planner nanti akan keluar peta seperti Google Maps. Di sepanjang perjalanan sudah ada titik-titik lokasi SPKLU. Kita juga bisa melihat jarak tempuh kendaraan dan menentukan di kilometer berapa harus mengisi daya lagi,” ujarnya.


Menurut Ridwan, aplikasi PLN Mobile saat ini sudah menjadi platform yang cukup lengkap bagi pelanggan PLN, tidak hanya untuk kendaraan listrik tetapi juga berbagai layanan kelistrikan lainnya.
“Di PLN Mobile kita bisa beli token listrik, baca meter mandiri, pengaduan gangguan, sampai menu khusus electric vehicle untuk SPKLU. Jadi sebenarnya layanan internal PLN sudah cukup lengkap di satu aplikasi,” jelasnya.
Baca Juga: Jasa Marga Luncurkan Call Center 133 dan Siagakan Armada Mudik Lebaran 2026
Di Rest Area KM 57A sendiri tersedia beberapa jenis fasilitas pengisian daya kendaraan listrik dengan kapasitas berbeda. Ridwan menyebutkan terdapat unit Ultra Fast Charging hingga 200 kilowatt (kW) yang memungkinkan proses pengisian berlangsung jauh lebih cepat.
“Di sini ada tiga mesin. Dua Ultra Fast Charging, yang pertama 200 kW dengan dua nozzle, kemudian 180 kW juga dua nozzle. Selain itu ada Medium Charging 22 kW yang biasanya untuk kendaraan listrik yang kapasitasnya lebih kecil,” katanya.
Tidak Membutuhkan Waktu Lama
Dengan teknologi pengisian cepat tersebut, proses pengisian baterai kendaraan listrik tidak membutuhkan waktu lama.
“Kalau menggunakan Ultra Fast Charging, dari 50 persen sampai penuh biasanya sekitar 30 menit. Rata-rata sekitar setengah jam sudah bisa melanjutkan perjalanan,” ujar Ridwan.
Melalui fitur Trip Planner, pengguna juga dapat memantau status ketersediaan SPKLU secara real time, apakah sedang kosong, digunakan, atau tidak tersedia.
“Di aplikasi nanti terlihat warna-warna penanda. Kalau hijau berarti tersedia, kuning biasanya sedang dipakai, dan kalau merah berarti tidak tersedia. Jadi pengguna bisa merencanakan tempat pengisian berikutnya,” jelasnya.
Ridwan menambahkan, fitur tersebut tidak hanya berlaku untuk jalur tol, tetapi juga mencakup jalur non-tol di berbagai daerah.
“Bukan hanya di tol saja. Di jalur non-tol seperti Pantura atau jalur selatan juga bisa terlihat di aplikasi. Jadi pengguna kendaraan listrik bisa tahu lokasi SPKLU baik di dalam tol maupun di luar tol,” katanya.
Mudik Aman dengan Mobil Listrik
Ia juga mengingatkan pengguna kendaraan listrik untuk tidak menunggu baterai hingga terlalu rendah sebelum mencari lokasi pengisian daya.
“Biasanya jangan sampai di bawah 40 persen. Tapi sebenarnya kalau dihitung masih aman. Bahkan kalau 5 persen pun masih bisa jalan beberapa kilometer, karena di mobil juga ada perhitungan jarak tempuhnya,” tutur Ridwan.
Dengan semakin banyaknya fasilitas SPKLU di rest area tol dan dukungan teknologi digital melalui aplikasi PLN Mobile, perjalanan kendaraan listrik di Indonesia diharapkan semakin nyaman dan aman, terutama pada masa arus mudik Lebaran. (ROY/PAH)
Baca Juga: Jasa Marga Beri Diskon Tarif Tol 30 Persen untuk Mudik dan Balik Lebaran 2026, Catat Tanggalnya



























