JAKARTA, LINTAS — Pemerintah mendorong perluasan jaringan irigasi Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, untuk mendongkrak produksi padi. Optimalisasi ini dinilai dapat meningkatkan produktivitas sawah hingga 100 persen di sejumlah area.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, fungsi utama Bendungan Jlantah adalah menyuplai air irigasi. Karena itu, penguatan jaringan menjadi prioritas.
“Fungsi utama bendungan ini adalah irigasi. Dengan optimalisasi jaringan irigasi kewenangan pusat dan penambahan jaringan baru, kita bisa meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan. Bahkan pada area tertentu, peningkatan produktivitas bisa mencapai hingga 100 persen,” kata Dody, Sabtu (14/2/2026).

Bendungan yang rampung pada periode 2019–2024 itu memiliki kapasitas tampung 11,82 juta meter kubik dengan luas genangan 54,77 hektar. Potensi layanan irigasinya mencapai 1.494 hektar.
Dari jumlah itu, 806 hektar telah fungsional. Sementara 688 hektar masih berpotensi dikembangkan. Namun, baru 458 hektar yang memiliki jaringan irigasi. Sebanyak 230 hektar belum terlayani.
Karena itu, Kementerian PU akan membangun saluran primer sepanjang 6,69 kilometer dan saluran sekunder 34,34 kilometer. Pembangunan dilakukan bertahap melalui skema multi-years.
“Kita kejar penambahan luas layanan sawah hingga sekitar 1.500 hektar. Jaringan baru akan dibangun agar potensi air dari bendungan benar-benar dimanfaatkan maksimal,” ujar Dody.

Dengan optimalisasi tersebut, Indeks Pertanaman ditargetkan naik hingga 272 persen. Artinya, frekuensi tanam dalam setahun meningkat signifikan.
Selain mendukung pertanian, Bendungan Jlantah juga berfungsi mereduksi banjir hingga 70,33 meter kubik per detik atau 51,26 persen dari debit banjir periode ulang 50 tahun. Bendungan ini juga menyuplai air baku 150 liter per detik untuk tiga kecamatan.
Di sisi energi, terdapat potensi PLTMH 0,625 MW dan PLTS terapung hingga 10 MW.
Optimalisasi ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi daerah. Langkah tersebut sejalan dengan agenda Astacita untuk mendorong produktivitas pertanian dan pertumbuhan ekonomi berbasis infrastruktur. (HRZ)
Baca Juga: Bendungan Jlantah di Karanganyar Segera Difungsionalkan
































