YOGYAKARTA, LINTAS – Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 76 kilometer, yang dikerjakan dalam 6 seksi, terus berlanjut. Hingga minggu I-Agustus 2023, seksi 1 dan 6 progresnya mencapai 36 persen. Adapun seksi 2, 3, 4, dan 5 masih dalam proses tender.
Informasi ini disampaikan Direktur Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Sudaryono Setyo Nugroho kepada Majalahlintas.com di kantor proyek PT Adhi Karya Sendon Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (15/8/2023).
“Progres pekerjaan saat ini per minggu kemarin (minggu I-Agustus 2023) mencapai 36 persen. Pembebasan lahan sampai sekarang baru mencapai 64 persen,” kata Sudaryono.
Untuk proses yang lain, kata Sudaryono, sedang berproses. “Terutama terkait masalah penambahan lahan. Karena itu menyangkut masalah update rencana teknik akhir (RTA) yang ada sehingga ada keperluan untuk penambahan lahan,” tambahnya.
Untuk diketahui, keenam seksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, yaitu Seksi 1 Sleman-Banyurejo (8,25 km). Seksi 2 Banyurejo-Borobudur (15,26 km). Seksi 3 Borobudur-Magelang (8,08 km). Seksi 4 Magelang-Temanggung (16,26 km), Seksi 5 Temanggung-Ambarawa (22,56 km), dan Seksi 6 Ambarawa-Junction Bawen terkoneksi Tol Semarang-Solo (5,21 km).

Baca Juga: Tahun 2024, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Terkoneksi ke Borobudur
Keberadaan jalan tol yang pengerjaannya dimulai awal 2022 ini akan meningkatkan konektivitas antara DIY dan Jawa Tengah.
Selokan Mataram
Dikatakan Sudaryono, pengerjaan Seksi 1 yang membentang dari Sleman hingga Banyurejo sepanjang 8,25 km, kebanyakan major item di area selokan Mataram. Selokan Mataram ini merupakan bagian dari cagar budaya yang harus dilestarikan.
“Seksi 1, pekerjaan mayor adalah elevated sepanjang 4,9 km. Bentangan portal sangat luar biasa karena harus memperhatikan terkait masalah pengamanan cagar budaya dari Selokan Mataram. Di zona inti, di mana posisi pier harus di luar posisi pinggir selokan Mataram. Ada aturan kanan-kirinya,” ujarnya.
Sudaryono menjelaskan pihaknya terus berupaya mempercepat pengerjaan seksi 1 ini, termasuk menyewa lahan untuk area struktur supaya bisa dikerjakan. “Mayornya memang dalam pengerjaan struktur yang mesti kami kejar,” katanya.

Masalah terkait izin timbunan, pengangkutan, dan penjualan, kata Sudaryono, pihaknya sedang melalukan pemutakhiran dengan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Pembebasan Lahan
Diakui Sudaryono, pembebasan lahan menjadi hambatan utama pada pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini. Di Seksi 6, dari gerbang Tol Bawen menuju Ambarawa, lokasi Major di Provinsi Jawa Tengah.
“Konstruksinya major di at grade sepanjang 5,2 km, elevated sepanjang 1,1 km, pembebasan lahan sekarang ini masih 16 persen dan progres fisik masih sangat minim, 0,35 persen. Sekarang ini sedang proses untuk pengerjaan di eksisting Trans Marga Jateng (TMJ). Mengerjakan ramp on dan ramp off. Karena baru area tersebut sudah diserahkan kepada Adhi Karya,” kata Sudaryono.
Sementara Seksi 2, 3, 4, 5 belum tender karena terkait masalah lahan dan finalisasi RTA. Artinya kalau mau dikejar semua dari ujung ke ujung sampai tahun 2024 tidak mungkin.

“Kami semaksimal mungkin berupaya untuk sampai (target sesuai) kontrak kami. Kan sampai dengan November 2024. Kalau untuk di posisi seksi 6 sebenarnya di 2025 cuma diminta untuk maju percepatan. Kita juga terkendala masalah lahan yang ada,” kata Sudaryono.
Palilah Keraton
Seperti diberitakan sebelumnya, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akhirnya bisa memakai lahan atau tanah milik Keraton Yogyakarta. Hal ini ditandai dengan terbitnya Serat Palilah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Kawedanan Hageng Punokawan Datu Dana Suyasa.
Dokumen itu tentang pemberian izin sementara pemanfaatan tanah Kasultanan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Baca Juga: Sah, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Bisa Pakai Lahan Keraton Yogyakarta
“Palilah itu izin dari keraton di mana lahan yang ada ini bisa untuk dilakukan izin digarap. Jadi, dulu tanah dari keraton diserahkan ke desa untuk dikelola untuk penghasilan desa tersebut. Nah, ini secara administrasi harus dikembalikan lagi ke keraton,” kata Sudaryono.
Sudaryono berharap agar masalah lahan segera clear sehingga pihaknya bisa segera bekerja cepat.
Pada berita sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, mengatakan, terkait pembebasan lahan untuk seksi 2, 3, 4, dan 5 ruas Jalan Tol Yogyakarta-Bawen diharapkan segera selesai pada 2023 ini. Pihaknya telah menginstruksikan untuk menambah tim pengadaan lahan.
“Untuk konstruksi, ditargetkan pada tahun 2024 sudah terkoneksi ke Borobudur untuk seksi 1 dan 2. Sedangkan dari arah Bawen ke Ambarawa ditargetkan April 2024 bisa tersambung di seksi 6. Seksi 5 saya minta dipercepat lelangnya di triwulan 3 tahun 2023 ini,” kata Hedy lewat rilis pers yang dikirimkan, Jumat (2/6/2023). (PAH)
Baca Juga: Pekerjaan Konstruksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 Capai 36,14 Persen























