Jakarta, Lintas – Sebanyak 95 investor dari Singapura berkunjung ke Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur. Kunjungan ini merupakan kerja sama antara Kementerian Investasi/BPKM dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. Dalam kunjungan Rabu (31/5/2023) tersebut mereka diberi keyakinan untuk tidak ragu berinvestasi.
“Kami harap kunjungan ini akan berkesan bagi Singapura. Yang paling penting, jangan hanya sekadar tertarik, tetapi mulai mengambil keputusan untuk berinvestasi di IKN Nusantara. Karena telah banyak MoU dan LoI yang masuk dan sekarang waktu yang tepat untuk eksekusi,” kata Basuki seperti dikutip Kamis (1/6/2023).
Turut hadir menyambut investor Singapura tersebut Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono. Hadir juga Dubes Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng dan Dubes Indonesia untuk Singapura Suryopratomo.
Diketahui, kunjungan investor Singapura terselenggara atas kerja sama antara Kementerian Investasi/BKPM dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. Selain juga sebagai tindak lanjut atas ketertarikan dari para investor Singapura untuk berpartisipasi dalam pengembangan IKN Nusantara.
Senada dengan Basuki, Menko Luhut mengatakan, di antara 17 negara yang terlibat dalam pembangunan IKN, Singapura adalah partner Indonesia yang strategis dan sangat penting sehingga diharapkan dapat segera merealisasikan rencana investasinya.
Sementara itu, dikutip dari situs resmi Kemlu RI, Suryopratomo mengatakan, “Seeing is believing. Untuk itu, KBRI Singapura menginisiasi agar para pengusaha Singapura tersebut melihat langsung perkembangan proyek pembangunan IKN supaya mereka semakin yakin untuk merealisasikan investasinya di IKN.”

Bukan Lagi Mimpi
Di hadapan para investor Singapura, Menteri PUPR Basuki menegaskan bahwa pembangunan IKN Nusantara telah dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. IKN Nusantara bukan lagi mimpi, tetapi telah mulai untuk diwujudkan secara nyata.
“Penyediaan infrastruktur dasar akan menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR sampai pada Tahap I-2024 dan selanjutnya akan terus bertahap. Karena pembangunan IKN bukan artist drawing, tetapi engineering drawing yang akan diimplementasikan,” kata Menteri Basuki.
Dalam kesempatan yang sama Kasatgas Pelaksanaan Pembangunan IKN Danis H. Sumadilaga juga menambahkan, pada Tahap I Pemerintah Indonesia mengembangkan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN di zona 1A.
“Pada site visit nanti kita akan melihat langsung proses konstruksi di zona 1A. Saat ini progres fisik pembangunannya telah mencapai 29,45 persen,” ujar Danis.
Terakhir, Menteri Basuki berharap dengan kunjungan ini para investor Singapura tidak ragu mengambil keputusan karena akan berdampak positif bagi kerja sama kedua negara ke depannya. Itu khususnya dalam rencana investasi pengembangan IKN Nusantara. (MDF)



















