Ketapang, Lintas — Penumpang kapal feri yang menuju ke Bali masih membludak hingga H+5 Idul Adha atau Rabu (5/7/2023). PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menambah armada kapal untuk mengurai antrean.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan, banyak masyarakat memanfaatkan libur panjang Idul Adha yang berbarengan dengan libur anak sekolah untuk bepergian.
Tak hanya orang, mobilisasi barang berupa sembako juga turut terdongkrak.
“Kami melihat, traffic kendaraan pribadi masih cukup tinggi seiring libur anak sekolah. Selain itu, traffic truk logistik juga mengalami peningkatan signifikan, mengingat selama periode liburan tentu permintaan pasokan barang sembako dan lainnya juga meningkat, baik di Jawa maupun Bali,” lanjut Shelvy dalam keterangan tertulis, Kamis (6/7/2023).
Baca juga: Libur Idul Adha, Penumpang Feri ke Bali Melonjak 641 Persen
Naik 503 Persen
ASDP mencatat, jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 34 unit kapal.
Realisasi total penumpang mencapai 229.078 orang atau naik 503 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu.

Angka ini merupakan akumulasi sejak tanggal 27 Juni 2023 atau H-2 hingga 5 Juli 2023 atau H+5 Idul Adha.
Realisasi kendaraan roda dua yang menyeberang telah mencapai 18.934 unit atau naik 846 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.
Kendaraan roda empat mencapai 23.447 unit (naik 371 persen). Truk logistik yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 13.037 unit (naik 28 persen).
Total seluruh kendaraan tercatat 58.332 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali.
Angka ini lebih tinggi 232 persen daripada periode yang sama tahun lalu.
Tambah Armada
Demi mengurai antrean, ASDP Cabang Ketapang berkolaborasi dengan polres setempat.
Sejumlah area telah dijaga untuk mencegah adanya kendaraan yang berhenti di pinggir jalan sehingga menimbulkan kemacetan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Syamsudin memaparkan langkah strategis yang yang telah diambil.

“Pertama-tama, kami telah melakukan penambahan armada kapal di dermaga MB 1, 2, dan 3. Jumlah kapal yang semula 15, telah kami tingkatkan menjadi 18 kapal. Selain itu, di dermaga LCM, kami juga meningkatkan jumlah kapal dari 12 menjadi 15 kapal,” ungkapnya.
Syamsudin meneruskan, selain penambahan armada kapal, pihaknya juga telah melakukan perubahan dalam bongkar muat di pelabuhan.
Waktu bongkar muat yang sebelumnya memakan waktu 13 menit, kini telah dipercepat menjadi 10 menit.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bongkar muat berjalan lebih efisien dan mengurangi waktu tunggu kendaraan. (BAS)
Baca Juga: Kapasitas Meningkat Enam Kali Lipat, Pelabuhan Gilimanuk Layani Kapal Besar



















