JAKARTA, LINTAS – PT Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) kembali melanjutkan pekerjaan pemeliharaan perkerasan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi E sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol.
Pekerjaan pemeliharaan ini dilaksanakan oleh JMT melalui Representative Office 1 selaku pengelola Ruas Tol JORR Seksi E, bekerja sama dengan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) sebagai penyedia jasa pemeliharaan.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai Selasa, 3 Februari hingga Jumat, 6 Februari 2026, dengan pekerjaan dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad, Widiyatmiko Nursejati, menjelaskan bahwa pemeliharaan perkerasan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Jasa Marga dalam menjaga kualitas layanan jalan tol.
“Pekerjaan yang kami lakukan bukan hanya bersifat penanganan sementara, tetapi merupakan perbaikan perkerasan secara permanen. Setelah melalui tahapan penanganan awal dan pemantauan kondisi lapangan, kami melanjutkan dengan rekonstruksi dan perbaikan menyeluruh agar kualitas perkerasan jalan kembali optimal dan berkelanjutan,” ujarnya dikutip Selasa (3/2/2026).

Rekonstruksi Perkerasan Jalan
Adapun pekerjaan yang dilakukan berupa rekonstruksi perkerasan jalan di beberapa titik, dengan rincian sebagai berikut:
Arah Cikunir dari Jakarta
Off Ramp Bambu Apus di bahu luar sepanjang 115 meter. Waktu pelaksanaan: Selasa, 3 Februari 2026 pukul 21.00 WIB hingga Jumat, 6 Februari 2026 pukul 06.00 WIB.
Arah Serpong dari Terminal Pulo Gebang
On Ramp Pulo Gebang (sebelum dan sesudah Gerbang Tol Pulo Gebang) di bahu luar serta lajur Gardu 1 dan 3 sepanjang 105 meter. Waktu pelaksanaan: Selasa, 3 Februari 2026 pukul 21.00 WIB hingga Jumat, 6 Februari 2026 pukul 06.00 WIB.
Dilakukan Secara Bertahap
Menurut Widiyatmiko, pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna jalan, kondisi perkerasan, serta tingginya volume lalu lintas di ruas tersebut.
“Kami menyadari adanya potensi ketidaknyamanan selama pekerjaan berlangsung. Namun langkah ini perlu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kami dalam menyediakan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal dalam jangka panjang,” tambahnya.
Baca Juga: ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan di Sorong untuk Wilayah 3T Papua Barat Daya
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas, JMT telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, antara lain pemasangan rambu-rambu lalu lintas sebelum area kerja, pembatasan dan penyempitan area pekerjaan, serta koordinasi intensif dengan Kepolisian Patroli Jalan Raya (PJR) dan PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dalam pengaturan lalu lintas.
Selama pekerjaan berlangsung, lajur yang menjadi objek pemeliharaan untuk sementara tidak dapat dilintasi. Namun demikian, lajur lainnya tetap dapat digunakan sebagai jalur lalu lintas.
Pemberitahuan
Sebagai bagian dari upaya sosialisasi, Jasa Marga juga telah memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan serta banner digital Dynamic Message Sign (DMS) di Ruas Tol JORR Seksi E, baik arah Jatiasih maupun arah Serpong.
Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pekerjaan ini. Pengguna jalan diimbau untuk mengatur waktu dan rute perjalanan, memastikan kecukupan saldo kartu elektronik sebelum memasuki jalan tol, serta selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. (CHI)
Baca Juga: Akses ke Semeru Sudah Bisa Dilalui































