JAKARTA, LINTAS – Makin tingginya kesadaran akan konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab dan ramah lingkungan, membuat masyarakat mulai beralih ke produk hijau.
Namun sejumlah tantangan masih hadapi antara lain dari sisi harga produk-produk bahan bangunan untuk perumahan yang telah berlabel hijau atau green label.
Vice Chief Operation Green Product Council Indonesia (GPCI), Mochamad Dahlan menyebut tantangan yang paling terlihat jelas dalam hal green label ini adalah dari sisi harga atau pricing.
“Sebetulnya tantangan yang paling kelihatan adalah dari sisi pricing itu paling sensitive ya, meski secara logika dari produksi tidak lebih mahal. Nah mahalnya memang dari sisi marketing,” kata Dahlan, dalam acara Nuansa Kreasi # 0824 dengan tema “Mewujudkan Program Rumah Hijau, Melalui Dukungan Produk Hijau” secara daring, Jumat (31/5/2024).

Namun, Dahlan mengapresiasi sejumlah produsen di Indonesia yang telah mendapatkan sertifikat green label. Saat ini saja, tercatat ada 98 produsen bahan bangunan yang telah bersertifikat green label, 292 brand (merek) yang beredar di Indonesia.
“Artinya kesadaran akan produk hijau khususnya dari produk bahan bangunan untuk perumahan pun sudah mulai menjadi bagian kehidupan masyarakat yang makin menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.
Dahlan, menambahkan terkait dengan harga yang dianggap masih mahal, solusinya produsen bisa masuk di e-catalog sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga yang sesuai. (CHI)
Baca Juga: Mengenal Konsep Berkelanjutan Jasa Marga dalam Pengelolaan Rest Area di Jalan Tol