KUPANG, LINTAS – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menjanjikan dukungan penuh untuk pembukaan blokir anggaran pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Komitmen itu disampaikan setelah mendapat laporan langsung dari Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, saat meninjau proyek bendungan pada Rabu (7/5/2025).
“Pak Wapres mengatakan akan membuka kran anggaran pembangunan bendungan Manikin,” ujar Parlinggoman.
Proyek pembangunan Bendungan Manikin sempat terhambat akibat efisiensi anggaran, sehingga target penyelesaiannya bergeser ke tahun 2028. Namun, menurut Parlinggoman, jika kran anggaran benar-benar dibuka kembali, proyek ini berpotensi rampung lebih cepat, yaitu pada 2027.
“Kalau lebih cepat akan lebih baik, agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Saat ini, progres fisik dari dua paket pembangunan bendungan tersebut sudah mencapai 64 persen. Tidak ada kendala serius di lapangan, selain masalah anggaran yang belum sepenuhnya cair.
Lahan 290 Hektare Sudah Clear
Terkait pengadaan lahan, Parlinggoman memastikan tidak ada kendala berarti. Hutan seluas 290 hektare yang sebelumnya berstatus Hutan Produksi Terbatas telah diubah menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi.
“Dalam kesepakatan, sekitar bulan Juni kita sudah bisa lakukan pembayaran,” kata Parlinggoman.
Pembangunan Bendungan Manikin sendiri dimulai sejak 2019 dengan nilai kontrak sekitar Rp2 triliun. Bendungan ini memiliki luas lahan 6,7 km² dan digadang-gadang menjadi solusi ketahanan pangan, energi, dan air di NTT.
Berikut beberapa manfaat yang ditawarkan:
- Irigasi pertanian: 570,86 hektare
- Air baku: 700 liter/detik (350 l/d untuk Kota dan Kab. Kupang)
- Energi terbarukan:
- PLTS Apung: potensi 29,8 MW
- PLTMH: potensi 0,125 MW
Bendungan ini termasuk dalam daftar 7 bendungan strategis nasional yang dibangun pada masa pemerintahan sebelumnya untuk mendukung ketahanan air di kawasan timur Indonesia. (GIT)
Baca Juga: Otorita IKN Tanam 712 Pohon di KIPP, Komitmen Bangun Kota Hutan Berkelanjutan


