TUBAN, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Purwagandhi menargetkan perbaikan jalan nasional di jalur Pantai Utara (Pantura), khususnya di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tuntas maksimal H-10 Lebaran 2026.
Hal tersebut disampaikan Dody saat meninjau langsung kondisi jalan di wilayah Tuban, JawaTimur, Minggu (1/3/2026). Ia menyoroti sejumlah ruas yang meski tidak berlubang, namun masih bergelombang dan kurang nyaman dilalui.
“Lubang memang tidak ada, tapi jalannya bergelombang. Saat masuk jembatan, sambungannya terasa tidak rata. Itu harus segera dibereskan sampai H-10,” ujar Dody.
Perataan Jalan dan Perbaikan Sambungan Jembatan
Menurutnya, perbaikan difokuskan pada perataan ruas-ruas bergelombang serta penyempurnaan sambungan jembatan agar lebih halus dan aman dilintasi kendaraan.
Ia menegaskan, target utama adalah memastikan seluruh jalur nasional Pantura dari barat hingga timur berada dalam kondisi mantap saat periode mudik dan arus balik.
“Pokoknya sebelum H-10 sudah tidak ada pekerjaan konstruksi. Nanti saya cek lagi untuk memastikan kualitasnya sesuai yang saya mau,” tuturnya.
Meski hasil pengukuran menunjukkan tingkat kemantapan jembatan relatif baik, Dody menilai kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas.
Tantangan Cuaca dan Waktu
Dody mengakui pekerjaan dilakukan dalam keterbatasan waktu dan di tengah kondisi cuaca yang masih sering hujan. Hal ini membuat sejumlah titik harus dikerjakan berulang agar kualitas tetap terjaga.
“Kita kerja di musim hujan. Kadang satu titik harus dua sampai tiga kali dikerjakan supaya hasilnya bagus. Memang jadi lebih mahal, tapi kualitas harus tetap dijaga,” jelasnya.
Ia juga meminta kualitas tambalan jalan ditingkatkan agar tidak menimbulkan permukaan yang tidak rata atau menonjol.
“Tambalan harus benar-benar halus, jangan sampai bergelombang lagi,” katanya.
Untuk marka jalan, sebagian sudah tersedia. Namun di ruas yang baru diperbaiki, akan dipasang marka sementara sebelum dilakukan pengecatan permanen.
Antisipasi Banjir di Titik Rawan
Selain perbaikan badan jalan, Kementerian PU juga mengantisipasi potensi banjir di sejumlah titik rawan di jalur nasional, terutama di wilayah Jawa Barat.
Dody menginstruksikan pembentukan posko bersama antara Balai Jalan dan Balai Sungai. Pompa air akan disiagakan agar genangan dapat ditangani cepat, dengan target surut maksimal dalam satu jam.
Balai Sungai juga akan melakukan normalisasi sungai di kanan-kiri jalan serta memasang geobag guna mencegah luapan air mencapai badan jalan.
Namun untuk normalisasi sungai secara permanen, Dody mengakui membutuhkan waktu panjang karena panjang sungai yang mencapai ratusan kilometer dan tingginya sedimentasi.
“Ini pekerjaan bertahun-tahun. Sedimen tinggi dan kebiasaan buang sampah ke sungai juga jadi tantangan. Harus kerja bersama semua pihak,” ujarnya.
Ia menegaskan, jalan nasional merupakan infrastruktur vital yang harus dipastikan dalam kondisi prima saat momen mudik Lebaran.
“Targetnya jelas, H-10 semua sudah siap dan tidak ada lagi pekerjaan konstruksi di jalur mudik,” pungkas Dody. (CHI)
Baca Juga: Jasa Marga Catat Laba Inti Rp 3,7 Triliun dan Pendapatan Rp 19,8 Triliun Sepanjang 2025

































