Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Budiamin mewujudkan cita-cita sejak kecil sebagai ahli hitung atau matematika ketika masuk bekerja di Kementerian PUPR.
Bekerja lebih keras, bergerak lebih cepat, dan bertindak lebih tepat menjadi slogan yang harus bisa ditanamkan oleh Generasi Muda (Genmud) di Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menjawab tantangan dan tuntutan dari masyarakat terkait pembangunan infrastruktur di era sekarang ini.
Selain komitmen untuk berintegritas, menjaga sikap profesionalitas serta menjauhi korupsi yang juga harus menjadi kunci utama dalam bekerja.
Demikian pesan yang disampaikan oleh DR Budiamin, ST. MT yang kini menjabat sebagai Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II untuk para Genmud PUPR.
“Dengan begitu tentunya kita akan selalu siap ditempatkan dalam posisi apapun dan di manapun serta mampu bekerja sama dengan baik,” kata Budiamin kepada Lintas, Rabu (26/07/2023)
Bercerita kilas balik perjalanan kariernya, Budiamin mengaku telah merasakan pahit manisnya bekerja sebagai insan PUPR sejak tahun 1997 di berbagai kepulauan besar di Indonesia.
“Sebelum bekerja di PU saya seorang konsultan di Maluku kemudian di Papua, ketika masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di PU saya cukup kaget karena timpang sekali pendapatannya dengan pekerjaan saya sebelumnya,” ujarnya seraya tertawa.
Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk menjalani cita-cita yang diinginkannya sejak kecil.
“Saya ini kuat menghitung, nilai matematika saya selalu bagus sejak dari Sekolah Dasar, inilah yang memotivasi saya untuk kemudian mengambil jurusan Teknik Sipil saat kuliah dan akhirnya bekerja di Kementerian PUPR,” lanjut Budiamin yang sukses mengenyam pendidikan hingga ke jenjang S3 Teknik Sipil di Universitas Hasanuddin.

Selama berkarier, anak pertama dari empat bersaudara ini telah banyak mengemban tugas dan posisi penting.
Dimulai sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada tahun 2003-2011. Lalu, Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sulawesi Selatan (2011-2015), dan Kepala Bidang PSP3 dan Pembangunan BBPJN Makassar (2015-2017).
Selanjutnya, Budiamin menjabat Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Mataram (2017-2019), Kepala BPJN XII Balikpapan (2020), Kepala BPJN Sulawesi Barat (2020-2021) dan didapuk sebagai Kepala BBPJN Sumatera Selatan (2021-2023).
“Alhamdulillah, setelah malang melintang perjalanan karier saya di daerah pada tanggal 2 Mei (2023) lalu saya dilantik oleh Bapak Menteri PUPR untuk menempati posisi sebagai Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II,” jelasnya.
Pengalaman Berharga
Salah satu pengalaman besar yang pernah ditangani Budiamin adalah penanganan bencana alam Gempa Bumi di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2018. Saat itu, dirinya menjabat sebagai Kepala BPJN IX Mataram
“Saat itu jalan nasional dari arah Selatan maupun Utara tertutup oleh longsoran batu sehingga akses logistik ke lokasi pusat gempa di Lombok Utara itu terhalang. Ketika itu semua pegawai kita kerahkan untuk membersihkan longsoran dan batu-batu yang berserakan di jalan secara manual selama sehari semalam hingga akhirnya bisa fungsional dan dilewati,” kenangnya.
Tidak hanya pada bidang jalan, selama delapan bulan sebagai anggota satgas ia terlibat dengan berbagai kegiatan infrastruktur lintas sektoral.
Seperti pemenuhan air bersih, MCK, pendampingan membangun kembali rumah penduduk hingga bangunan umum dan pemerintah, dan lain sebagainya.
“Ketika itu saya tidak melihat posisi saya menjabat sebagai apa, lebih kepada rasa kemanusiaan dan pengabdian. Meski rasa lelah melanda tetap apapun yang bisa kami kerjakan langsung dikerjakan saat itu. Dan saya juga selalu meniatkan bekerja adalah ibadah dan sebagai ladang pahala bagi saya umat Islam, sehingga pekerjaan jangan dijadikan beban,” ujar Budiamin.
Di sisi lain, Budiamin mengaku saat itu meskipun panik, namun tak mau teman-teman dan stafnya merasakan hal yang sama. Oleh karena itu, ia pun mencoba untuk menyembunyikan rasa panik dan takutnya sendiri.
“Saat itu saya sudah memasrahkan diri, karena ini adalah tugas yang harus saya jalankan, walau keluarga di rumah juga selalu menunggu kabar setiap hari dengan rasa was-was. Tapi, karena ini salah satu bentuk pengabdian, mau tidak mau saya harus kuat. Dan untungnya seminggu setelah gempa komunikasi sudah kembali normal dan bisa berkabar dengan keluarga. Baru tiga atau empat bulan setelahnya saya pulang ke rumah,” katanya.
Tak hanya sampai di situ, ia pun kembali merasakan bencana alam Gempa Bumi besar untuk kedua kalinya di Sulawesi Barat. Kala itu, ia menjabat sebagai Kepala BPJN Sulawesi Barat.
Namun, pengalaman sebelumnya memberinya kemudahan dalam mengatur para staf di sana. Mulai dari penanganan 40 titik longsor selama dua malam untuk membuka akses sehingga logistik dan alat kesehatan bisa masuk ke pusat gempa.
“Alhamdulillah untuk gempa di Sulbar ini lebih cepat penanganannya. Tapi, karena kita tahu akan ada potensi gempa susulan kita selalu berusaha berada di luar ruangan, jadi mengamankan diri sambil bekerja,” ujarnya.
Budiamin menambahkan, dalam kondisi seperti ini, ia menginstruksikan seluruh stafnya untuk tetap mengutamakan keselamatan keluarga masing-masing dan mengungsikan ke tempat aman terlebih dahulu. Sehingga nantinya para staf bisa bekerja dengan tenang dan fokus di lapangan.
Keluarga dan Hobi

Menikah sejak tahun 1997, Budiamin memiliki seorang istri yang juga berkecimpung di dunia ke-PU-an yaitu ibu Dr Hj Hasrawati Rahim, ST,Sp.1.
Sang istri kini menjabat sebagai Kepala BP2JK Wilayah Sulawesi Selatan. Hingga kini ia telah dikaruniai tiga orang anak yakni dua putri dan satu putra.
“Putri pertama saya sudah menikah dan menjadi seorang dokter di Surabaya. Lalu, putri yang kedua mengikuti jejak orang tuanya saat ini sudah semester V jurusan Teknik Sipil tinggal bersama istri. Dan yang terakhir putra saya masih kelas dua SMP di pesantren di Makassar,” tuturnya.
Karena berdomisili di daerah yang berbeda-beda, komunikasi jadi hal utama yang harus selalu dijaga setiap harinya agar bisa mengetahui kondisi masing-masing. Selain itu, jika ada waktu libur, juga selalu dimanfaatkan untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah.
Kemudian, untuk menjaga kebugarannya, Budiamin selalu menyempatkan diri berjalan kaki kurang lebih 15 menit di sekitar tempat tinggalnya setiap pagi sebelum berangkat kerja. Sedangkan untuk mengisi kegiatan akhir pekannya, lebih banyak digunakan untuk mengajar secara virtual.
“Saya mengajar di Universitas Sriwijaya dan juga menjadi pembimbing untuk mahasiswa S2 di ITS. Bagi saya, mengajar ini salah satu cara untuk menghabiskan waktu luang selain untuk berbagi ilmu supaya tidak hilang,” tuturnya.
Sebagai seorang Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II yang meliputi wilayah Timur di antaranya Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, Budiamin berharap dapat meningkatkan kualitas yang ada di empat pulau tersebut.
“Tentunya saya mengharapkan kualitas yang jauh lebih baik, termasuk di dalamnya membenahi administrasi, agar ke depannya potensi temuan-temuan itu berkurang seminimal mungkin. Karena salah satu yang menjadi cita-cita saya adalah bisa mengakhiri karier di PU ini dengan aman sampai garis finis,” tutupnya. (ROY/EDW)

























