JAKARTA, LINTAS – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menggelar pertemuan dengan perwakilan PT Colliers International Indonesia di Kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri II, Jumat pekan lalu. Fokus utama pertemuan ini adalah membahas kondisi sektor perumahan, khususnya terkait ribuan unit apartemen di Jakarta yang belum terjual.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP didampingi oleh sejumlah pejabat Eselon I. Mereka berdiskusi dengan tiga perwakilan Colliers yakni Senior Associate Director Ferry Salanto, Senior Manager Eko Arfianto, dan Research Executive Saskia Nabila Fatia Ananda. Colliers memaparkan hasil riset terkini yang menunjukkan bahwa sekitar 35.000 unit apartemen dari total 230.000 unit di Jakarta masih belum terserap pasar per Juni 2025.
“Hari ini saya bertemu dengan perwakilan PT Colliers International Indonesia, yang merupakan salah satu konsultan properti terbesar di dunia. Mereka menyampaikan data yang sangat bermanfaat terkait sektor perumahan,” ujar Maruarar, dalam keterangan resminya, Senin (28/7/2025).
Maruarar menjelaskan bahwa data dari Colliers akan sangat membantu Kementerian PKP dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam memaksimalkan pemanfaatan aset negara di sektor perumahan.
Program 3 Juta Rumah
Ia menekankan bahwa dukungan data ini akan memperkuat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Terima kasih kepada Colliers yang telah memberikan data dan informasi kepada Kementerian PKP. Semoga ini menjadi masukan berharga untuk kami dalam menyusun kebijakan yang tepat,” lanjutnya.
Sementara itu, Ferry Salanto menjelaskan bahwa Colliers International Indonesia adalah bagian dari jaringan global Colliers yang memiliki 580 kantor di 70 negara. Di Indonesia, Colliers sudah beroperasi sejak 1988 dan kini menjadi salah satu konsultan properti terbesar di Tanah Air.
Colliers menawarkan berbagai layanan seperti penilaian properti, konsultasi investasi, manajemen transaksi, hingga pengelolaan properti. Perusahaan ini banyak membantu pengembang properti yang ingin berinvestasi atau memasarkan proyeknya di Indonesia.
“Kami siap terus mendukung pemerintah melalui data dan hasil riset yang kami miliki,” kata Ferry.
Kolaborasi Strategis
Pertemuan ini menjadi sinyal positif terhadap kolaborasi strategis antara pemerintah dan sektor swasta dalam menyelesaikan tantangan perumahan nasional. Dengan adanya dukungan data dan masukan dari pihak ketiga seperti Colliers, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun strategi untuk mengurangi backlog perumahan dan mengoptimalkan penggunaan unit apartemen yang belum terjual.
Baca Juga: Stasiun Dukuh Atas BNI Jadi Simpul Transit Strategis, Pengguna LRT Naik Signifikan
Sejumlah kebijakan lanjutan diharapkan akan disusun berdasarkan temuan data ini. Kementerian PKP menilai pentingnya pendekatan berbasis data dalam setiap pengambilan keputusan, khususnya dalam menciptakan solusi atas permasalahan perumahan di kota besar seperti Jakarta.
Kolaborasi seperti ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan swasta demi mewujudkan pembangunan perumahan yang lebih berkelanjutan, efisien, dan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. (GIT)



















