Home Berita Bendungan Marangkayu Rampung, 1.200 Hektar Sawah di Kalimantan Timur Siap Dialiri

Bendungan Marangkayu Rampung, 1.200 Hektar Sawah di Kalimantan Timur Siap Dialiri

Share

JAKARTA, LINTAS — Bendungan Marangkayu di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, telah selesai dibangun dan siap mengairi 1.200 hektar lahan pertanian. Pemerintah berharap, infrastruktur ini menjadi pendorong nyata swasembada pangan di wilayah timur Indonesia.

Bendungan ini mulai digenangi pada Desember 2024 dan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional. Kapasitas tampungnya mencapai 12,24 juta meter kubik. Keberadaan bendungan tidak hanya menjamin pasokan air pertanian, tetapi juga menopang penyediaan air baku, pengendalian banjir, bahkan potensi pembangkit listrik dan pariwisata.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan, tahap berikutnya adalah mempercepat pembangunan jaringan irigasi teknis. Sistem ini akan menyalurkan air dari bendungan ke sawah-sawah secara teratur, mulai dari saluran primer, sekunder, hingga tersier.

“Kita sepakat bahwa infrastruktur air sangat penting untuk mewujudkan swasembada pangan. Setelah bendungan selesai, irigasinya harus langsung menyusul,” kata Dody dikutip dari rilis pers Kementerian PU.

Baca Juga: 6 Bendungan Siap Diresmikan Prabowo pada 2025, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Panen Berkali-kali

Bendungan Marangkayu dibangun di atas Sungai Marangkayu, hasil pertemuan Sungai Perangat dan Sungai Marangkayu. Catchment area atau daerah tangkapan airnya seluas 134,3 kilometer persegi.

Dengan pengembangan jaringan irigasi, bendungan ini dapat menyuplai air secara efisien ke 579 hektar area fungsional. Petani diharapkan mampu meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua atau bahkan tiga kali setahun.

Manfaat bendungan tak berhenti di pertanian. Kapasitas pengendalian banjirnya mencapai 142,69 meter kubik per detik. Selain itu, bendungan ini dirancang menyediakan air baku sebesar 450 liter per detik untuk Kota Bontang dan Kutai Kartanegara.

Bahkan, bendungan ini juga diproyeksikan dapat menghasilkan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,14 megawatt dan berpotensi dikembangkan sebagai lokasi wisata berbasis air di masa depan.

Bendungan Marangkayu di Kutai Kartanegara. | Dok Kementerian PU

Pembangunan bendungan ini dibiayai melalui APBN senilai Rp 475,3 miliar dan dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) bersama PT Brantas Abipraya (KSO). Adapun pemerintah daerah turut berperan dalam mendukung penyediaan lahan dan pemanfaatan hasilnya di lapangan.

Dengan seluruh manfaat itu, Bendungan Marangkayu diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (HRZ)

Baca Juga: Bendungan Mbay Hampir Rampung, Siap Genangi Sawah dan Suplai Air Warga NTT

Share