Home Berita Bandara Kansai Jepang Catat Rekor, 30 Tahun Tidak Ada Bagasi Penumpang yang Hilang

Bandara Kansai Jepang Catat Rekor, 30 Tahun Tidak Ada Bagasi Penumpang yang Hilang

Share

OSAKA, LINTAS – Bandara Internasional Kansai, Jepang mencatat rekor 30 tahun terakhir tidak ada bagasi yang hilang sejak dibuka pada bulan September 1994, dan mendapatkan pengakuan internasional atas pengiriman bagasi yang cepat dan andal.

Dikutip dari Nikkei.com, Selasa (21/5/2024), keamanan penanganan bagasi yang tepat akan membuat penumpang lebih tenang, bebas dari stress dan meningkatnya rasa percaya terhadap peran bandara sebagai pintu gerbang bagi pengunjung Expo 2025 di Osaka.

Bagasi yang hilang biasanya terjadi karena kegagalan staf dalam memuatnya di bandara keberangkatan atau kesalahan dalam mentransfernya di bandara penghubung.

Menurut SITA, pengembang sistem terkait penerbangan yang berbasis di Swiss, perusahaan penerbangan dunia melakukan kesalahan penanganan rata-rata 7,6 bagasi per 1.000 penumpang pada tahun 2022.

Namun di Bandara Kansai, tidak ada bagasi yang hilang dalam 30 tahun sejak pembukaannya. Bandara ini menangani sekitar 10 juta barang bagasi pada tahun fiskal 2023.

Bandara Internasional Kansai menangani 10 juta bagasi pada tahun fiskal 2023. (Dok/Nikkei.com/Chihiro Matsutomi)

Rekam jejak yang sukses ini merupakan hasil kerja pengecekan yang berlapis-lapis. Jenis dan jumlah tas masing-masing pesawat serta informasi transit penumpangnya dipastikan oleh dua atau tiga staf.

“Penting bagi banyak anggota staf untuk berbagi informasi guna mencegah kesalahan yang timbul dari asumsi yang salah,” kata Tsuyoshi Habuta, yang mengawasi pengoperasian bagasi di CKTS.

Pada saat kedatangan pesawat udara, apabila jumlah barang yang dibongkar berbeda dengan jumlah yang dihitung pada saat pemuatan, maka petugasnya segera memeriksa ruang kargo di pesawat, apron parkir disekitarnya, dan ruang penyortiran.

Manual yang menjelaskan proses penanganan bagasi menjelaskan peraturan khusus untuk masing-masing maskapai penerbangan dan memberikan informasi antara lain di mana bagasi disimpan di berbagai pesawat.

Panduan ini ditulis terutama berdasarkan pengalaman sebelumnya di Bandara Internasional Osaka, menurut Akinori Kido, manajer CKTS yang telah terlibat dalam pengoperasian bagasi Bandara Kansai sejak pembukaannya.

CKTS memperbarui manual secara berkala untuk memasukkan saran staf. Oleh karena itu, beberapa tahun yang lalu, mereka memperketat proses untuk pesawat berukuran kecil dan menengah yang tidak memasukkan tas ke dalam kontainer, dan staf kini diwajibkan untuk memeriksa jumlah barang saat membongkar muatan pesawat tersebut.

Guna membantu penumpang, CKTS memiliki tujuan untuk mengantarkan tas ke area pengambilan bagasi dalam waktu 15 menit setelah pesawat tiba. Staf menempatkan koper di ban berjalan sehingga pegangannya menghadap ke arah penumpang, sehingga mudah diambil.

Mereka menyerahkan barang-barang yang rawan kerusakan seperti alat musik, kereta dorong bayi, dan ski langsung kepada penumpang. Perlakuan hati-hati mereka terhadap bagasi juga mencakup hal-hal seperti menyeka koper hingga kering jika basah karena hujan.

Bandara Terbaik di Dunia Tahun 2024

Kualitas layanan perusahaan telah memenangkan pengakuan internasional berulang kali. Dalam Penghargaan Bandara Dunia 2024 dari perusahaan riset penerbangan asal Inggris, Skytrax, Bandara Kansai dinobatkan sebagai bandara terbaik di dunia untuk pengiriman bagasi, sebagai pengakuan atas efisiensi dan kecepatannya dalam mengantarkan bagasi ke penumpang, serta kriteria lainnya. Bandara tersebut kini telah menerima penghargaan sebanyak delapan kali.

Osaka Expo 2025 diperkirakan akan menarik 3,5 juta pengunjung luar negeri. (Dok/Nikkei.com/Chihiro Matsutomi)

Namun tantangannya akan semakin besar seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang. Expo 2025 diperkirakan akan menarik 3,5 juta pengunjung luar negeri ke Osaka mulai April hingga Oktober mendatang, dan Bandara Kansai diperkirakan akan menerima 37,33 juta penumpang pada tahun fiskal 2025, meningkat dari 13,99 juta pada tahun 2023.

“Kami berharap dapat mempertahankan rekor nihil bagasi yang hilang dan menjadikannya bandara yang ramai,” kata Habuta. (CHI)

Baca Juga: Bandara AP II Layani Keberangkatan Calon Jemaah Haji Mulai 12 Mei 2024  

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT