JAKARTA, LINTAS – Mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lebih dari 4,9 juta pelanggan telah dilayani dalam kurun 20 hari penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.
Hingga 30 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, total pemesanan tiket untuk periode 11 Maret–1 April 2026 mencapai 4.923.309 tiket. Angka ini meningkat 25,7 persen dibanding realisasi Angkutan Lebaran 2025 yang tercatat 3.915.546 pelanggan. Jumlah tersebut masih bersifat dinamis dan diperkirakan terus bertambah hingga akhir masa angkutan pada 1 April 2026.
Lonjakan mobilitas terlihat dari tingginya volume perjalanan harian. Puncak layanan kereta api jarak jauh terjadi pada 23 Maret 2026 atau H+1 Lebaran dengan 247.025 pelanggan dan tingkat okupansi mencapai 154,1 persen. Sementara itu, kapasitas yang disediakan selama periode ini mencapai 4.498.696 tempat duduk.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menilai selisih antara pertumbuhan kapasitas dan pemesanan mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi kereta api saat Lebaran.
“Perbedaan antara pertumbuhan kapasitas dan pemesanan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api selama Lebaran,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Dominasi KA Jarak Jauh
Dari total pemesanan, layanan KA Jarak Jauh mendominasi dengan 4.130.168 pelanggan, sedangkan KA Lokal melayani 793.141 pelanggan. Pergerakan pelanggan berlangsung bertahap sejak awal periode hingga mencapai puncak pada fase arus balik, dengan pola perjalanan yang lebih menyebar.
Selama periode 11–29 Maret 2026, KAI telah melayani 4.493.485 pelanggan, terdiri dari 3.751.188 pelanggan KA Jarak Jauh dan 742.297 pelanggan KA Lokal. Pola mobilitas yang lebih merata ini membantu operasional tetap berjalan optimal.
Khusus keberangkatan 30 Maret 2026 hingga pukul 15.00 WIB, jumlah pelanggan KA jarak jauh mencapai 168.111 pelanggan dan masih berpotensi meningkat hingga malam hari.
Operasional Tetap Andal
Di tengah tingginya mobilitas, kinerja operasional KAI tetap terjaga. Sepanjang Angkutan Lebaran 2026, KAI mengoperasikan 8.844 perjalanan kereta api dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan 99,80 persen dan ketepatan waktu kedatangan 98,86 persen.
Menurut Bobby, capaian ini merupakan hasil perencanaan dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten setiap tahun.
“Yang terlihat adalah pengalaman perjalanan pelanggan. Di balik itu, terdapat sistem yang terus bekerja dan insan yang memastikan layanan berjalan aman dan tepat waktu. Setiap penyelenggaraan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan ke depan,” katanya.
Dalam kunjungannya di Stasiun Pasar Senen pada 30 Maret 2026, Bobby juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan KAI atas dedikasi selama masa Angkutan Lebaran.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026, Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 140 Persen
Tingginya pergerakan masyarakat selama Lebaran turut mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata di berbagai daerah tujuan. KAI pun menyampaikan terima kasih kepada pelanggan atas kepercayaan yang terus diberikan.
“Setiap masukan menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan,” ujar Bobby. (CHI)

































