Home Berita Anak Usaha Hutama Karya Kembangkan Beragam Produk Konstruksi Turunan

Anak Usaha Hutama Karya Kembangkan Beragam Produk Konstruksi Turunan

Share

Jakarta, Lintas – PT Hakaaston (HKA), kelompok usaha PT Hutama Karya (Persero), tengah mengembangkan beragam produk konstruksi turunan. Hal ini dilakukan guna memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi.

Pengembangan produk konstruksi turunan ini merupakan diversifikasi bisnis HKA. Lebih spesifik, diversifikasi bisnis tersebut bergerak di bidang industri manufaktur konstruksi aspal dan beton.

Produk turunan Hakaaston antara lain aditif beton; grouting dan nano-grout; Hakapatch; Hakasoil; Hakabase; dan anti-fungal.

Seiring dengan itu, HKA juga melakukan transformasi bisnis. Hakaaston mulai beralih fokus menjadi penyedia Jasa Layanan Operasi (JLO) dan pemeliharaan tol.

Direktur Teknik dan Operasi Hakaaston Martin Nababan mengatakan, pihaknya saat ini memaksimalkan produksi produk turunannya karena permintaan yang sangat tinggi.

”Salah satu produk turunan HKA yang paling banyak digunakan dalam industri beton adalah aditif beton dan Hakafast,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (31/5/2023).

Kedua campuran zat kimia tersebut, lanjutnya, memiliki beberapa fungsi dan keunggulan masing-masing. Sejumlah fungsi dan keunggulan yang dimaksud antara lain sebagai bahan peningkat mutu beton dan memperpanjang umur beton.

Selain itu, aditif beton dan Hakafast juga dapat mengatur waktu pengikatan beton sesuai kebutuhan di lapangan.

Internal dan Eksternal

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) telah menggunakan produk turunan milik HKA, seperti Hakasoil dan Hakabase. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) merupakan kontraktor utama pembangunan JTTS.

Penggunaan Hakasoil, contohnya, terlihat pada pemeliharaan ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (TBPPKA). Sebanyak 52,5 ton Hakasoil digunakan untuk perbaikan struktur tanah dan fondasi pada ruas tersebut.

Penggunaan Hakasoil berfungsi sebagai akselerator stabilisasi tanah dan membantu menjaga tanah tetap stabil agar tidak terjadi degradasi tanah pada ruas tol.

Secara eksternal, produk Aditif Beton HKA paling banyak digunakan. Salah satunya terlihat di batching plant milik PT Semen Indogreen Sentosa untuk sejumlah proyek infrastruktur. Produk ini juga digunakan oleh PT Pionir Beton pada pekerjaan Tol Jakarta-Cikampek Selatan II.

“Selain digunakan dan dipasarkan secara luas ke pihak eksternal, produk turunan HKA ini juga digunakan oleh internal HKA sendiri. Hakapatch, grouting, dan nano-grout digunakan sebagai campuran bahan baku untuk pemeliharaan mayor jalan tol berbasis aspal maupun beton di ruas tol JORR-S, Akses Tanjung Priok (ATP), Palembang-Indralaya (Palindra), dan Pekanbaru- Dumai (Permai),” Martin memaparkan.

Dengan menggunakan produk turunan HKA sebagai bahan campuran pemeliharaan ruas tol, tambahnya, pekerjaan pemeliharaan dapat dilakukan secara efisien dan tepat waktu.

Hakaaston terus meningkatkan diversifikasi produk sejak tahun 2020. Salah satu produk terbarunya adalah anti-fungal. Produk ini berfungsi untuk memelihara permukaan material yang terekspos agar tidak ditumbuhi tanaman parasit, seperti jamur. Jamur ini biasanya menempel pada material barrier, ubin beton, batu alam dan lain-lain.

HKA juga terus melakukan inovasi dengan mengembangkan self-healing asphalt yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia. (BAS)

Share

ARTIKEL TERKAIT