JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan darurat banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Utara sejak 23 November 2025. Bencana yang dipicu hujan hingga 118 mm per hari ini merusak infrastruktur di lebih dari 40 kecamatan dan memutus sejumlah akses vital.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, seluruh unsur teknis bergerak cepat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Hingga 4 Desember 2025, akses Tarutung–Sibolga–Barus sepanjang 64 km mulai terbuka 38 km. Sebelumnya ruas ini tertimbun longsor di lebih dari 30 lokasi. Namun, masih ada kendala berupa lokasi pembuangan material yang terbatas serta banyaknya kendaraan besar yang tertimbun.
Asesmen Cepat
Selain itu, penanganan darurat melibatkan BBWS Sumatera II, BBPJN Sumut. Termasuk dinas PU daerah, TNI, serta dukungan kontraktor WIKA, Waskita, dan Hutama Karya. Total 63 unit alat berat telah bekerja di lapangan dan 21 unit dalam proses mobilisasi. Bahan konstruksi seperti geobag, bronjong kawat, hidran umum, serta toilet portabel juga disiagakan. Stok BBM sebanyak 3.000 liter tersedia untuk menjaga operasional alat.

Sementara itu, Kementerian PU membantu penanganan banjir di Kota Medan yang melanda 14 kecamatan dengan penyediaan perahu karet, selimut, kasur, dan hidran umum di pengungsian. Tim TRC BBWS Sumatera II juga melakukan asesmen cepat di Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan, termasuk dukungan alat berat dan sarana sanitasi.
Kementerian PU memastikan penanganan darurat akan berlanjut hingga seluruh akses dan layanan dasar kembali normal. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan mengikuti arahan daerah terkait keselamatan. (HRZ)
Baca Juga: Akses Jalan Aceh Mulai Pulih Pascabencana





