JAKARTA, LINTAS — Akses logistik dan mobilitas warga di Sumatera Utara mulai pulih. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan 12 koridor jalan nasional kembali dapat dilalui pascabencana banjir dan longsor, meski sebagian ruas masih menerapkan pembatasan demi keselamatan.
Pemulihan akses ini menjadi kunci pemulihan ekonomi wilayah terdampak. Karena itu, Kementerian PU memprioritaskan pembukaan jalur utama sejak masa tanggap darurat.
Menteri PU Dody Hanggodo, dikutip dari keterangan tertulis, mengatakan, fungsi jalan nasional harus segera kembali agar distribusi barang dan aktivitas warga tidak terhenti. “Kami bergerak cepat memastikan jalur-jalur utama kembali fungsional, dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Sejumlah koridor telah tersambung. Ruas Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer sudah terhubung, meski masih dilengkapi jalan sementara atau detour. Penyempurnaan terus dilakukan untuk meningkatkan keamanan.

Akses Sibolga-Batangtoru
Sementara itu, koridor Sibolga–Batangtoru kini dapat dilalui kendaraan roda empat melalui timbunan di atas alur sungai baru. Namun, ruas ini akan ditutup sementara saat hujan lebat karena debit air meningkat. Pemasangan Jembatan Bailey masih berlangsung.
Adapun ruas Batangtoru–Singkuang telah terbuka terbatas untuk kendaraan ringan. Penanganan lanjutan berupa penimbunan dan pemadatan agregat masih dilakukan seiring cuaca hujan yang kerap terjadi.
Koridor Sidikalang–Singkil–Barus–Sorkam–Sibolga juga sudah dapat dilalui. Selain itu, jalur Padang Sidempuan–Panyabungan–batas Provinsi Sumatera Barat dan Padang Sidempuan–Batangtoru kembali terbuka setelah genangan surut.
Akses lain yang telah pulih mencakup Singkuang–Natal–Simpang Gambir–batas Sumatera Barat serta batas Aceh–Simpang Pangkalan Susu–Tanjung Pura–Binjai.
Di ruas tol, Jalan Tol Medan–Pangkalan Brandan, Medan–Sinaksak, dan Tebing Tinggi–Kisaran beroperasi normal. Jalur lintas barat, tengah, dan timur Sumatera juga dapat dilalui, termasuk Sibolga–Barus–Aceh Singkil, Sidikalang–Kuta Buluh–Kutacane, serta Medan–Binjai–Pangkalan Brandan–Aceh Tamiang.

Meski demikian, Kementerian PU tetap menyiagakan alat berat dan personel di lapangan. Pemantauan dilakukan intensif untuk mengantisipasi gangguan susulan akibat curah hujan tinggi.
“Kami akan terus bekerja hingga penanganan darurat tuntas dan dilanjutkan dengan perbaikan permanen agar infrastruktur kembali andal dan aman,” kata Dody.
Masyarakat diimbau tetap waspada, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas di ruas-ruas terdampak. (HRZ)
Baca Juga: Kementerian PU Percepat Pembukaan Akses Sumut untuk Dorong Distribusi Logistik ke Wilayah Bencana





