Home Berita Akses Jalan Tol dengan Stasiun Kereta Cepat akan Dibangun di Karawang

Akses Jalan Tol dengan Stasiun Kereta Cepat akan Dibangun di Karawang

Share

JAKARTA, LINTAS — Pembangunan akses jalan tol yang mengarah ke Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Whoosh sedang direncanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Karawang, Jawa Barat. 

Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Amawidjaja mengatakan untuk pembangunan tol tersebut, pihaknya masih mengukur kebutuhan lahan.

“Lagi diukur, penlok-nya (penetapan lokasi) belum,” ujar Endra S Amawidjaja dalam keterangan PUPR, Selasa (14/11/2023). 

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). | Dok. KCIC
Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). | Dok. KCIC

Endra mengatakan, penetapan lokasi jalan akses ini menunggu keputusan Gubernur Jawa Barat.

Baca juga: Kereta Cepat Whoosh Catat Rekor Jumlah Penumpang, Tembus 21.000 Orang Sehari

“Kita inginnya cepat dong, tapi kan masih diukur. Masih ada tanah-tanah warga, masih perlu ngebebasin. Kita tunggu penloknya, kita sudah usulkan. Di Jawa Barat itu kan dari Pak Gubernur,” ujarnya. 

2 Stasiun Kereta Cepat

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan sudah ada dua stasiun KCJB yang telah memiliki akses langsung ke jalur tol yakni Stasiun Halim dan Padalarang.

“Kalau yang (Stasiun) Halim kan sudah, terus nanti Karawang. Kalau Padalarang kan sudah ada gerbang tolnya, tinggal akses non-tolnya. Sama untuk yang Tegalluar. Tegalluar sama Karawang kan yang belum,” ujar Hedy

Hedy mengatakan, pembangunan jalan tol yang memiliki akses ke stasiun kereta cepat masih dalam tahap desain dengan dukungan PT Jasa Marga (Persero). 

Adapun biaya konstruksi yang dibutuhkan masih menunggu laporan hasil desain.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung. | Dok. Wika
Kereta Cepat Jakarta-Bandung. | Dok. Wika

Sementara itu, terkait dengan biaya pembebasan lahan untuk pengembangan akses, Hedy menjelaskan nantinya akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). 

Kemudian untuk biaya konstruksi pembangunan jalannya akan ditanggung Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

“(Konstruksi jalan akses) Pakai anggaran BUJT, nanti masuk ke anggaran perubahan lingkup investasi jalan tol. Bukan APBN, nanti masuk dalam perubahan ruang lingkup jalan tol. Makanya itu nanti Jasa Marga yang sedang menyiapkan desainnya. Kalau tanahnya pakai LMAN,” ujarnya. (ATO)

Baca Juga: Dukungan Kereta Cepat kepada Piala Dunia U-17, Tambah Perjalanan dan Shuttle Bus Gratis

Oleh:

Share