Home Berita Ada Pekerjaan Konstruksi MRT di Stasiun Kota, Rekayasa Lalu Lintas Mulai 15 Februari–20 Mei 2025

Ada Pekerjaan Konstruksi MRT di Stasiun Kota, Rekayasa Lalu Lintas Mulai 15 Februari–20 Mei 2025

Share

JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) mengumumkan akan adanya rekayasa lalu lintas di sekitar area pembangunan yang akan berlangsung dari 15 Februari hingga 20 Mei 2025.

Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mendukung kelancaran proyek konstruksi dan memastikan keselamatan pengguna jalan.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, menyampaikan bersama kontraktor pelaksana Sumitomo Mitsui Construction Company Jakarta – Hutama Karya Joint Operation (SMCC-HK JO) selalu memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan selama proses konstruksi.

“Kami akan memasang rambu lalu lintas, marka jalan, dan lampu penerangan jalan umum (PJU) untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas,” kata dia dikutip Sabtu (15/2/2025).

Baca Juga: Progres Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Jalur Thamrin-Monas Capai 85,44 Persen

Rekayasa lalu lintas yang diterapkan mencakup beberapa area, di antaranya:

  • Area Terowongan Penyeberangan Orang (TPO) Kota
    Perluasan area kerja akan dilakukan dengan penggeseran pagar proyek ke sisi barat dan selatan. Akibat penggeseran ini, Jalan Pintu Besar Utara sisi barat (arah utara) di depan Museum Mandiri akan mengalami penyempitan menjadi satu lajur kendaraan. Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Pintu Besar Utara sisi timur (arah selatan) akan tetap berjalan lancar dengan dua lajur kendaraan.
  • Jalan Jembatan Batu
    Arus lalu lintas pada Jalan Jembatan Batu untuk kedua arah juga akan mengalami penyempitan. Dari yang sebelumnya memiliki tiga lajur kendaraan, kini akan dipersempit menjadi dua lajur kendaraan. Penyempitan ini hanya akan berlaku mulai dari Simpang Asemka hingga Halte TransJakarta Mangga Dua Raya. Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Mangga Dua Raya akan tetap mempertahankan tiga lajur kendaraan di kedua arah.
  • Jalan Pintu Besar Selatan
    Arus lalu lintas di Jalan Pintu Besar Selatan tidak mengalami perubahan. Akses keluar dan masuk ke area ini masih dapat melalui sisi barat Jalan Pintu Besar Selatan untuk TransJakarta, penghuni, dan pelanggan.

Ahmad menambahkan, rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari pembangunan Stasiun Kota yang nantinya akan terintegrasi dengan Stasiun KAI Jakarta Kota dan menghubungkan koridor utara dengan konstruksi station box serta pintu masuk sisi utara Stasiun Kota.

Pekerja konstruksi sedang memasang pengikat rebar sebelum pengecoran. |Dok. PT MRT Jakarta (Perseroda).

Proyek ini adalah bagian dari pengembangan lin utara-selatan fase 2A yang juga mencakup Stasiun Glodok. Kedua stasiun tersebut termasuk dalam paket kontrak CP203 yang mencakup pembangunan dua terowongan dari Stasiun Mangga Besar.

Dalam memastikan kelancaran pembangunan, rekayasa lalu lintas ini telah melalui koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.

Ahmad Pratomo juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pekerjaan konstruksi ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh masyarakat terhadap pembangunan MRT Jakarta. Kami juga berharap para pengguna jalan dan angkutan umum untuk selalu memerhatikan rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan,” tambah dian. (CHI)

Oleh:

Share